Jumat, 28 Juli 2017

Jelajah Tatar Sunda, Majalengka (bagian 2)

Tatar Sunda Majalengka, masih ada beberapa spot yang wajib dikunjungi. Saya sengaja membagi menjadi dua bagian cerita perjalanan saya di Majalengka. Tujuan dari pembagian ini adalah agar teman-teman bisa fokus menentukan mana wisata yang akan dikunjungi saat ada di Majalengka, berikut how to get there dan what should we do in there.



·     
Goa lalay



     1.Curug Cipeteuy

Tentang Wisata
Taman Nasional Gunung Ciremai mempunyai jangkauan daerah konservasi di tiga kabupaten. Kabupaten Kuningan, Majalengka dan Cirebon. Curug Cipeteuy merupakan salah satu tujuan wisata alam binaan Taman Nasional Gunung Ciremai. Terletak di Desa Bantar Agung Kecamatan  Sindangwangi Majalengka dengan akses yang mudah menjadikan Curug Cipeteuy tempat wisata yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Dikelilingi hutan pinus, menjadikan curug ini semakin asri dan sejuk. Mengapa dinamakan Curug Cipeteuy? Hasil simpulan dari si rian sahabat saya mengatakan bahwa “mungkin karena di sekitar curug banyak tumbuh pohon pete, makanya dinamakan curug cipeteuy,’ (entah benar atau hanya simpulan sok tahu dari si rian hahahaha)

Lingkungan Cipeteuy


Tentang Rute
Dari Arah Majalengka saya dan sahabat saya menuju curug menggunakan motor melalui jalur Sumber  Cirebon.  Sebelum  Kantor  Kecamatan Sindangwangi ada pertigaan, kami mengambil arah kiri dari arah Majalengka.  Rute menuju Curug Cipeteuy sudah bagus dan mudah. Plang petunjuk arah juga lengkap di setiap persimpangan. Masuk ke Desa Bentar Agung jalan mulai menanjak, agak kerepotan juga bagi yang menaiki motor matic apalagi dengan beban penumpang yang berlebih. 



Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan terasering sawah yang rapi. Entah majalengka entah Ubud, sama-sama terasering rapi, hijau, pematang sawah memanjang dan pancuran irigasi yang apik menambah khas pemandangan menuju curug cipeteuy. Ada yang bilang sesuatu yang indah itu susah untuk didapat dengan mudah butuh perjuangan. Lain halnya dengan curug cipeteuy, curug bertingkat nan asli dengan tatanan yang sudah dikelola dengan baik mudah untuk didatangi. Jalan aspal halus namun agak sempit.

jembatan menuju curug cipeteuy




Tentang Fasilitas
Mitrawisata Taman Nasional Gunung Ciremai berhasil menyulap Curug Cipeteuy yang menurut saya seperti kebanyakan curug yang lainnya, tapi diubah menjadi sesuatu yang berbeda. Seni penataan air, vegetasi, jalan setapak, gazebo dan bumi perkemahan semua apik. Pembangunan yang dilakukan pengelola tidak merusak keasrian dan kealamian dari lingkungan Curug Cipeteuy. Toilet cukup bersih dengan mengambil air alami dari curug, jadi kalau habis berenang di curug dan akan bilas, akan berasa dingin banget air bilasnya.

berasa di Ubud ya, Majalengka juga punya giniaan




Tempat Makan, walaupun banyak warung didirikan di sekitar objek wisata, yang biasanya menimbulkan efek negatif sampah dimana-mana. Lain halnya dengan lokasi ini, di sepanjang jalan setapak yang kami lewati tak kami temukan satu pun sampah tercecer. Tempat sampah yang tergantung dari karung beras berjajar rapi di sepanjang jalan setapak.
Gazebo dan Tempat penyimpanan pakaian disediakan apabila ada keluarga yang sedang mengadakan piknik bersama.




Selain wisata curug, ternyata cipeteuy juga mempunyai bumi perkemahan yang dibuka untuk umum. Fasilitas lainnya adalah jalur hiking yang memang sudah di atur rute dan jalan setapaknya agar aman dan selalu dalam pengawasan. Berlokasi di kaki gunung ciremai membuat Curug Cipeteuy mempunyai hawa sejuk dan vegetasi hutan pinus membuat daya tarik tersendiri bagi wisata ini.


damai ya lihatnya, 


Estetika dari pembuatan jembatan, kolam, tangga, dan alur jalannya air sangat-sangat diperhatikan dari pihak pengelola. Jadi tidak heran banyak spot foto yang ciamik di cipeteuy ini. Bisa juga tempat ini untuk dijadikan setting tempat prewedding foto.




Simpulan
 Pengelola Curug Cipeteuy berhasil mempertahankan keasrian dan kelamian dari wisata curug cipeteuy. Walaupun pembangunan di berbagai aspek, seperti tangga, saung, toilet, bumi perkemahan dan konservasi tumbuhan dimana-mana, estetika tetap diperhatikan. Wisata ini cocok untuk wisata keluarga karena akses cukup mudah dari pusat kota Majalengka, hanya saja perlu diperhatikan parkir mobil yang masih kurang.



·     2.Goa Lalay
Tentang Wisata
Majalengka bisa disebut daerah dengan sejuta kemiripan dengan wisata daerah lain. Cadas Gantung yang menyerupai Tebing Keraton, Panyaweuyan yang menyerupai ubud, kemudian cipeteuy yang menyerupai mata jitu di Sumbawa. Sekarang giliran green canyon di Pangandaran yang mendapat kembaran dari wisata Majalengka. Goa lalay berlokasi di desa Sukadana masih di Kecamatan Argapura, Majalengka. Lalay sendiri berasal dari bahasa sunda yang berarti kelelawar. Memang banyak kelelawar yang mendiami goa ini, terlihat dari kotoran yang memenuhi batu-batu besar ditengah sungai goa lalay. Goa lalay sendiri merupakan cerukan yang ditengahnya mengalir sungai cilongkrang. 




jalan menuju ke ibun pelangi

Di hulu goa lalay terdapat curug pelangi  atau ibun pelangi, yang apabila terkena sinar matahari terdapat lengkung pelangi. Batu-batu besar yang menghimpit sungai dan ditumbuhi pepohonan membuat goa lalay seperti green canyon di pangandaran.



Saat kami ke sana, sepulang dari terasering argapura, ada peristiwa penangkapan ular phyton di sekitar goa lalay. Agak merinding juga, yang tadinya kami berniat mau berenang di bawah curug, dan memang batal karena terlalu banyak orang. 


Terbayang waktu kami renang ada ular melintas di bawah kami. Saya pernah mencari asal muasal  goa lalay ini . secara kebetulan di internet disebutkan ada oray lalayki yang mendiami goa ini. Oray lalaki artinya ular yang berwujud manusia pria, kepalanya pria dan tubuhnya ular. Tapi kebenaran akan cerita ini belum dapat dipertanggungjawabkan, seperti biasa local talk saat wisata.


Tentang Rute
Goa Lalay berlokasi di Desa Sukadana, Kecamatan Aragapura Majalengka. Untuk mencapai  lokasi ini kami berangkat dari pusat kota Majalengka menuju pasar Maja, sekitar 40 menit kami berkendara motor.
Dari Pasar Maja, kami mengambil arah yang ke Desa Sukadana atau arah Apuy, Argalingga. Secara gampangnya rute nya :
  • Majalengka  Kota – Pasar Maja = dari pasar Maja, belok kiri kearah Argalingga/Apuy
  • Pasar Maja – Desa Sukadana(Sebelum Kecamatan Argalingga) = tanya warga aja 
  • Tempat Parkir (halaman rumah warga setempat) – Goa Lalay = harus jalan tracking sekitar 10 menit, lewat batu-batu andesit yang dibuat tangga.

Tenang ga akan kesasar kalau mau ke sini, wisata Goa Lalay cukup terkenal, tinggal tanya penduduk sekitar yang ramah dan beres.
tangga menuju goa lalay


Tentang Fasilitas
 Jalan menuju Goa Lalay merupakan jalan setapak curam yang merupakan lembah sungai Cilongkrang. Ujung dari jalan ini adalah sebuah tambang batu andesit. Nah.. dari sini baru bisa melihat kemegahan tebing batu yang menjadi lorong bagi aliran sungai Cilongkrang. Bila ingin turun kebawah menuju sungai Cilongkrang harus dengan meniti tebing batu andesit, harap berhati-hati dikarenakan tebing merupakan tumpukan pecahan batu andesit, untuk selalu memastikan kekuatan pijakan salah salah kita bisa terperosok dan jatuh atau batu yang anda pijak longsor dan mengenai teman yang sudah dulu turun, jadi harus ekstra hati-hati. Bila sudah bawah kita bisa menelusuri sungai menuju Goa lalay yang tak jauh dari sana.
Saat surut jalan menuju ibun pelangi mudah dilewati



Fasilitas di wisata Goa Lalay sudah terdapat warung makan dan toliet seadanya. Selain fasilitas tersebut, disediakan tempat parkir disediakan dan berjarak sekitar 500 m dari objek wisata. Tangga-tangga  yang terbuat dari bambu dibuat untuk mempermudah pengunjung menuruni goa lalay agar tidak tergelincir.

Simpulan
Setiap wisata alam mempunyai risiko tersendiri. Pernah terjadi kecelakaan di lokasi Goa Lalay. Beberapa pengunjung terseret air bah waktu menuju goa alaly. Waktu itu keadaan hujand deras dan pengunjung tersebut memaksakan kehendak untuk turun ke curug dekat goa. Dari fasilitas, objek wisata Goa Lalay sebenarnya sudah memperhatikan keselamatan pengunjung. Dari kebersihan dan kealamian objek, semua dijaga dengan baik. Rute untuk menuju lokasi ini juga dapat dijangkau dengan mudah. Lokasinya berdekatan dengan terasering panyawean Argapura, tanya penduduk sekitar pasti tahu, get local untuk berkelana secara bijak.

Sekian cerita jelajah tatar sunda bagian Majalengka, semoga bermanfaat.


Mari berkelana bersama
Repyssa 

Rabu, 26 Juli 2017

Jelajah Tatar Sunda, Majalengka (bagian 1)

Berawal dari ajakan teman saya yang baru saja pulang dari Jepang, kami berencana untuk berkeliling tanah Sunda. Perjalanan pertama dimulai dari tanah kelahiran dia, Rian Erwinsyah, Majalengka. Dulu pernah saya sambangi daerah Majalengka saat anniversary backapcker Cirebon di Lembah Cilengkrang. Majalengka adalah kabupaten di tatar pasundan yang berdekatan dengan kabupaten Kuningan,Cirebon, dan Tasikmalaya. Gunung Ciremai di Kuningan pernah dengar? Gunung Ciremai sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat dapat didaki dari titik pendakian Majalengka. Gunung Cakrabuana juga menjadi batas dengan Tasikmalaya.


Majalengka kota angin

Jujur saya sempat bingung, mau memulai dari mana petualangan di Majalengka ini. Teman saya, Rian Erwinsyah yang sudah 4 tahun tidak pulang ke Majalengka juga bingung dan rindu dengan tanah kelahirannya ini, sudah banyak berubah katanya. Berbekal informasi dari internet dan keterangan penduduk setempat kami memulai perjalanan. Perjalanan dimulai dari Cadas Gantung.





·       1.  Cadas Gantung
Nampaknya  Pesona Tebing Keraton Bandung mulai mendapat saingan dari situs wisata Majalengka yang satu ini. Hampir sama dengan Tebing Keraton Bandung, Cadas Gantung mempunyai pemandangan batu yang menjulang dengan pemandangan hutan dibawahnya. Cadas Gantung  bertempat di Desa Mirat Leuwimunding, Raja Galuh,  Majalengka.  Akses untuk menuju Cadas Gantung dapat ditempuh dengan berbagai rute. Rute dari Cirebon Kota ataupun Rute dari Majalengka Kota.


Cadas Gantung Majalengka



Tentang Wisata
Cadas Gantung ini merupakan sebuah  bukit yang berada di bawah puncak Gunung Sanghiangdora. Bukit tersebut terdapat banyak cadas/ batu yang menjulang di beberapa tempat. Dari Cadas Gantung, kita dapat melihat Gunung Sanghiangdora seperti lipatan-lipatan nan bertumpuk-tumpuk. Cadas Gantung dengan banyak beberapa batu yang menjulang tersebut sangat cocok untuk tempat foto dengan background hutan. 




Berbeda dengan tebing Keraton Bandung, flora di Cadas Gantung lebih beragam terdiri dari pinus, coklat, kemiri, jati. Jadi apa point of interest dari tempat wisata ini?  Sudah jelas batuan cadas raksasa yang menggantung ditepian tebing dengan view hutan dan pegunungan Sanghiangdora. Dengan kita berdiri di Cadas Gantung  tersebut, mata kita dimanjakan dengan view horizontal desa leuwimunding dibawah sana, selain itu view hutan gunung-gunung yang ada disekitarnya, ada gunung Windu, gunung Guci, dan Sanghyang dora.

Gardu Pandang Cadas Gantung


Angle Photo yang beraneka ragam dari Cadas Gantung sudah banyak beredar di social media. Semakin banyak beredar maka tingkat kepadatan objek wisata ini akan meningkat drastis. Itulah kekuatan social media (sok tahu banget yaaak).


Tentang Rute
Saat itu saya bersama rian sahabat saya mencoba rute dari Majalengka. Berkendara motor selama 50 menit melalui jalur Majalengka-Cirebon kami tiba di tujuan. Dari  terminal Rajagaluh kemudian cari polsek LeuwiMunding dan SDN Mirat III sebagai patokan untuk menuju Cadas Gantung. Sekitar 10 menit dari pertigaan rajagaluh, disebelah kanan akan terlihat gugusan bukit yang salah satunya adalah lokasi cadas gantung berada, ikuti jalur utama tersebut hingga ketemu dengan Polsek Leuwimunding di sebelah kiri jalan, beberpa meter selanjutnya disebelah kanan jalan ada SD Mirat 3, nah tepat disebelah SD tersebut jalur desa Mirat menuju Cadas gantung, disitu sudah ada banner atau spanduk lumayan besar yang betuliskan Cadas Gantung. 




Dikarenakan sahabat saya pernah mengunjungi cadas gantung sebelumnya, maka kami tidak kesulitan untuk menjangkau tempat tersebut. Bagi kawan-kawan yang ingin ke sana bisa menanyankan ke penduduk setempat arah ke Cadas Gantung melalui Desa LeuwiMunding.


batu-batu besar menjulang di Cadas Gantung

Kondisi jalan menuju Cadas Gantung pun sudah bagus, beraspal rata dan halus. Hal ini baru diperbaiki sekitar Bulan Juli 2016 setelah lebaran, sebelumnya kata rian (sahabat saya) kondisi jalan di Cadas Gantung benar-benar ekstrem, menanjak dan berbatu. Saran saya bagi yang mau menuju Cadas Gantung, gunakan mobil yang berukuran kecil, karena lebar jalan di Desa LeuwiMunding sangat sempit, belum lagi ada jembatan yang hanya bisa dilalui satu mobil kecil.

Tentang Fasilitas
Dengan membayar Tiket Parkir Motor Rp 3000, kita sudah dapat menikmati pemandangan  Majalengka dari ketinggian. Jalur Pendakian ke Puncak Cadas Gantung sudah tergolonmg aman dikarenakan pihak pengelola sudah membuat pagar pembatas dan tangga pendakian yang mudah diakses dan aman.





Untuk fasilitas kebersihan memang agak kurang, dengan banyaknya sampah plastik, makanan, botol minum yang masih berserakan di sela-sela batu yang menjulang. Nama Cadas Gantung sendiri berarti Batu yang seakan-akan menggantung, kata sahabat saya lagi. Terlepas dari banyaknya sampah makanan di tas, pihak pengelola yakni penduduk setempat dan Perhutani sudah berupaya menjaga situs wisata ini agar nayaman untuk dikunjungi. Mushola, Toilet Umum, Taman Buatan, Gazebo, Pagar Pengaman di tepi Jurang, semua fasilitas disediakan, hanya saja kesadaran dari pengunjung sendiri yang masih rendah untuk menjaga kebersihan dari tempat ini.




Menurut pengelola, tempat ini dibuka mulai pukul 04.00 sampai dengan 17.00. Tapi tak jarang wisatawan dari jauh yang sudah sampai Cadas gantung pukul 18.00 masih diperbolehkan untuk naik dengan pengawasan mereka.

Simpulan
Cadas gantung merupakan tambahan daya tarik wisata bagi Majalengka. Alternatif lain  jika ingin mencari spot foto layaknya di Tebing Keraton. Kelebihan Cadas Gantung dibanding Tebing Keraton adalah  lebih banyak batu yang menjulang dan tempatnya lebih luas di puncaknya. Kekurangan dari tempat ini adalah sampah yang masih berserakan di puncak Cadas Gantung. Bagaimana pun juga setiap destinasi mempunyai ciri khas tersendiri.


Berikutnya, kami mengunjungi daerah wisata Argapura. Argapura terkenal dengan Terasering panyaweuyan (bener ga ya nulisnya, hararese euy hahahah). Mari mulai lagi perjalanannya.



Terasering Panyaweuyan dari kejauhan



·        2. Argapura Terasering Panyaweuyan
Majalengka tak berhenti hanya di wisata curug atau tebing-tebing nan menjulang tinggi yang menyerupai tebing keraton Bandung. Kali ini apabila teman-teman datang ke Argapura Kecamatan Maja, Majalengka, pasti akan berasa sedang di Ubud Bali. 


Hamparan kebun penduduk lokal tersusun rapi. Terasering atau sengkedan dibuat rapi dengan tujuan agar tidak terjadi longsor. Wisata hamparan hijau nan tersusun rapi menjadi daya tarik dari Terasering Panyaweuyan Argapura. Argapura merupakan kecamatan di Majalengka yang terletak di kaki Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa barat. Menurut arti gramatikal, Argapura berasal dari kata Arga dan Pura. Arga artinya gunung dan Pura artinya kota, jadi secara gramatikal argapura berarti kota di atas gunung.




Tentang Wisata
Mayoritas daerah di Kecamatan Argapura merupakan kawasan pertanian, perkebunan. Hasil bumi unggulannya adalah bawang daun, padi, boled (ubi), bawang merah dan sebagainya. Apabila kita datang pada musim tanam, maka mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan terasering nan hijau. Sebaliknya apabila kita datang di musim panen, pemandangan berubah menjadi coklat dan banyak bunga perdu warna ungu yang memenuhi kawasan terasering. Wisata ini semakin populer dengan banyaknya yang menyebarkan foto keindahan dan rapi nya terasering panyaweuyan Argapura. Terasering atau sengkedan merupakan cara bercocok tanam atau pengolahan lahan pertanian dengan memangkas lahan miring menjadi bagian-bagian datar yang lebih kecil. Sehingga, dengan sistem terasering ini, lahan menjadi terkotak-kota atau mengurangi panjang lereng dan air bisa tertampung dengan baik.


saat setelah musim panen


Para pertani di Argapura membuat terasering sangat rapi. Berbukit-bukit lahan pertanian di kaki Gunung Ceremai ini dibentuk undakan dengan ukuran sangat rapat atau kecil dengan ukuran sama setiap bagian bukit. Tidak hanya satu bukit, terasering Argapura terdapat di banyak bukit sehingga sejauh mata memandang undakan menghijau memanjakan mata apalagi dilihat dari atas. 


Di sekitar terasering argapura terdapat sebuah curug Muara Jaya. Jawa Barat dapat dijuluki provinsi dengan seribu curug. Bisa dibilang Terasering Argapura merupakan tempat yang cocok untuk beraktifitas fotografi. Selain mengabadikan perjalanan, berburuan lahan pertanian Argapura menjadi pilihan termasuk aktivitas para petani Argapura. Penat dengan suasana kota besar dan  senang suasana alam di dataran tinggi dan menyenangi objek agrowisata, kawasan terasering Argapura bisa menjadi alternative wisata baru.

rute menuju terasering



Tentang Rute
Untuk berkunjung ke Terasering Panyaweuyan Argapura ini dan menikmati panorama khas pegunungannya yang indah dan sejuk, kita bisa terlebih dahulu mencari letak dari Terminal Maja kemudian ikuti arah jalan menuju Argalingga hingga sampai di pertigaan Sadasari – Sukasari. Sempat berulang kali salah jalan kami berdua muter kembali ke jalan yang ditunjukkan penduduk lokal. Walupun asli orang Majalengka, sahabat saya rian baru pertama kali mengunjungi tempat wisata ini. Dengan bahasa sunda kental berulang kali si rian menanyakan letak dari terasering panyaweuyan. Kami hanya berbekal menuju Terminal Maja untuk mencapai daerah ini, kemudian buta arah, hahahhaha



Kami sampai di pertigaan yang dimaksud oleh mamang-mamang yang sedang membetulkan saluran irigasi. Dari pertigaan ini, kami belok kanan untuk meneruskan perjalanan. Setelah sampai di jembatan Cilongkrang, teruskan dengan belok kiri, kita juga bisa bertanya kepada penduduk setempat untuk arah menuju terasering.



Jangan khawatir kesasar, karena penduduk di maja sangat ramah untuk meberikan jalan tercepat sampai terasering. Tentang kondisi jalan pun sudah ramah untuk dilewati berbagai kendaraan pribadi, namun memang tidak terlalu lebar. Jadi saran saya lebih baik mengendari motor untuk menuju ke daerah ini. Paling direkomendasikan untuk berkunjung kesini ketika musim hujan karena pada saat itulah puncak dari kecantikan permadani hijau Terasering Panyaweuyan Argapura.

penuh tumbuhan perdu, setelah musim panen


Tentang Fasilitas
Wisata ini tidak dipungut biaya sepeser pun untuk menikmatinya. Memang sebenarnya tujuan awal dari terasering ini memang untuk perkebunan penduduk. Dibuat undakan-undakan nan rapi di atas bukit dengan saluran pipa air yang menjuntai. Tanaman daun bawang, bawang merah menghiasi terasering ini. Kita tidak akan menemukan gapura masuk wisata atau loket retribusi di sini. Hanya ada dua sampai tiga warung di atas bukit yang menyediakan makanan-makanan kecil. Untuk tempat parkir deisediakan tapi tidak begitu luas. Di balik bukit argapura terdapat bumi perkemahan yang menghadap ke curug, tapi lupa nama curugnya. Saking banyaknya curug di tempat ini. Toilet pun tidak ditemui karena memang ditujukan bukan untuk daerah wisata. Dibalik semua itu ada satu hal yang perlu kita cermati.



Berawal dari tujuannya, terasering panyaweuyang bukan tempat wisata, jadi akan lebih baik kalau kita menjaga agar kebun penduduk tidak rusak kita injak-injak demi mendapatkan hasil foto selfie atau ego kita sendiri. Saat kami di sana kami  melihat sekelompok anak muda menginjak-injak tanaman bawang penduduk dan berfoto di atasnya. Memang kalau kita lihat pemandangan hijau membentang luas akan menarik kita untuk mengambil foto di tempat tersebut, tapi jangan sampai kita melupakan alam dan jerih payah petani lokal menanami kebun mereka dengan rapi.


Siap touring Majalengka


Simpulan

Sesuatu dengan tujuan bukan wisata dan dipaksakan untuk seusatu yang bukan tujuannya, akan membuat sesuatu tersebut tidak optimal. Begitu pula yang dialami oleh perkebunan penduduk di Panyaweuyan Argapura. Sampah bungkus makanan sudah mulai banyak terlihat di perkebunan penduduk. Tumbuhan bawang yang baru selesai ditanami mulai rusak karena diinjak-injak pengunjung. Memang kalo dilihat dari kejauhan, terasering Argapura ini sangat indah, dibalik itu ada hal besar yang perlu diperhatikan agar terasering ini tetap indah dari kejauhan, yaitu toleransi untuk berfoto. Tidak merusak untuk ego sesaat. 





Sekian dulu cerita perjalanan saya di Majalengka, akan ada bagian dua dengan objek wisata yang berbeda... 



Repyssa A

Kamis, 06 Juli 2017

Mataram Premium, kereta ekonomi rasa eksekutif.

Pernah merasakan kereta ekonomi rasa eksekutif? Hal ini saya alami pada saat mudik menggunakan kereta api Mataram Premium jurusan lempuyangan (Jogja)  - pasar senen (Jakarta). PT KAI menghadirkan kereta tambahan ekonomi premium saat mudik lebaran. Hal ini bertujuan untuk memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat Indonesia akan moda transportasi yang nyaman, aman dan tepat waktu. 

Tampilan interior KA Mataram Premium

Saya memilih kereta Mataram Premium karena  tiket kereta api jadwal reguler untuk lebaran sudah habis terjual. Diluar dugaan, kereta ekonomi yang saya naiki merupakan salah satu wujud transformasi PT KAI menjadi penyedia layanan transportasi yang lebih baik.


Adapun kereta-kereta premium lainnya yang diluncurkan oleh PT KAI sebagai berikut: 
1. KA Mataram Premium (Pasar Senen-Lempuyangan) : - Jam Berangkat: 21.15 WIB - Jam Datang: 05. 17 (Mulai beroperasi 15 Juni)
2. KA Mataram Premium (Lempuyangan-Pasar Senen) : - Jam Berangkat: 08.20 WIB - Jam Datang: 16.54 WIB (Mulai beroperasi 15 Juni)
3. KA Gayabaru Malam Selatan Premium (Pasar Senen-Surabaya Gubeng) : - Jam Berangkat: 13.20 WIB - Jam Datang: 03.47 WIB (Mulai beroperasi 15 Juni)
4. KA Gayabaru Malam Selatan Premium (Surabaya Gubeng-Pasar Senen) : - Jam Berangkat: 15.00 WIB - Jam Datang: 05.30 WIB (Mulai beroperasi 15 Juni)
5. KA Tawangjaya Premium (Pasar Senen-Semarang Poncol) : - Jam Berangkat: 10. 45 WIB - Jam Datang: 17.47 WIB (Mulai beroperasi 20 Juni)
6. KA Tawangjaya Premium (Semarang Poncol-Pasar Senen) - Jam Berangkat: 23.05 WIB - Jam Datang: 06. 33 (Mulai beroperasi 20 Juni)
7. KA Mantab Premium (Madiun-Pasar Senen) - Jam Berangkat: 19.50 WIB - Jam Datang: 06.48 WIB (Mulai beroperasi 15 Juni) 
8. KA Mantab Premium (Pasar Senen-Madiun) - Jam Berangkat: 22.35 WIB - Jam Datang: 09.30 WIB (Mulai beroperasi 15 Juni)
Tampilan eksterior kereta api ekonomi mataram premium hampir menyerupai kereta eksekutif pada umumnya. 

Tampilan Eksterior KA Mataram Premium

Masuk ke desain interior. Kereta Ekonomi Mataram Premium mengingatkan saya kepada kereta pengganti senja utama jogja. Dahulu kereta senja utama jogja, pernah mendapatkan kritik dari penumpang setianya. Pasalnya, jarak tempat duduk yang terlalu sempit membuat penumpang tidak nyaman. 


PT KAI menanggapi kritik tersebut dengan melakukan koreksi terhadap gerbong -gerbong kereta barunya. Salah satu wujud dari pembenahan ini adalah kereta api mataram premium.

Tampilan Toilet KA Mataram Premium


Kereta api mataram premium mengusung konsep kereta ekonomi dengan pelayanan premium. Pelayanan yang tidak didapatkan pada kereta ekonomi pada umumnya. Bermula dari tempat duduk yang dapat diatur kemiringannya (reclining seat), monitor KAI multimedia,  toilet duduk, lampu baca, kamera pengaman cctv, hingga kabin tempat tas yang lebih luas daripada kereta ekonomi biasanya.

Masuk ke gerbong kereta api mataram premium berasa masuk ke cabin pesawat kelas ekonomi. Di setiap kursi disediakan flyer safety instruction layaknya di pesawat-pesawat. Bedanya, di kereta ini tidak ada peragaan safety instruction oleh prami dan prama seperti yang dilakukan di pesawat (ya kalau dipikir-pikir memang terlalu berlebihan hahaha)

Safety Instruction KA, ada di setiap tempat duduk



PT KAI memang melakukan banyak transformasi untuk menjadi lebih baik. PT KAI melakukan branding sebagai penyedia transportasi yang modern, nyaman, tepat waktu dan bebas macet. Ya, bebas macet merupakan salah satu competitive advantage yang dimiliki oleh PT KAI. Mempunyai jalur transportasi tersendiri,  membuat PT KAI lebih leluasa mengatur jadwal dan terhindar dari macet apabila public traffic sedang tinggi (saat lebaran misalnya)
Kembali ke Kereta Api Mataram Premium. Di setiap gerbong disediakan 3 monitor KAI multimedia yang dapat dinikmati penumpang. KAI multimedia menampilkan iklan-iklan layanan masyarakat yang dilakukan oleh PT KAI. Salah satu iklan yang menarik adalah PT KAI mencoba memanfaatkan digital marketing untuk program transformasi kelembagaannya.


KAI Multimedia di setiapgerbong


Contoh iklannya seperti ini........




Di iklan tersebut, ditampilkan sekumpulan anak muda sedang menikmati perjalanan menggunakan kereta dan mengupdatenya ke media sosial mereka. Dengan iklan itu diputar-putar berulang kali, masyarakat akan tahu fasilitas-fasilitas unggulan apa saja yang dimiliki oleh PT KAI. Anak muda yang menjadi sasaran digital marketing PT KAI akan berbagi pengalaman menyenangkan menggunakan kereta di media sosialnya. Menurut saya hal ini berhasil dilakukan. Banyak update-update positif di media sosial tentang PT KAI.  


Pengalaman menyenangkan menggunakan transportasi kereta api mataram premium mendorong saya untuk berbagi kisahnya melalui blog ini. Terima kasih PT KAI,  terus bertansformasi lebih baik lagi, karena BUMN hadir untuk negeri.