Rabu, 05 Agustus 2009

AKHIRNYA SIUMAN JUGA

AKHIRNYA SIUMAN JUGA,,,
Laptopku setelah beberapa minggu koma terbaring di dalam lemari akhirnya kembali sadar.
Agak kurang terawat memang, sering terbentur – bentur… dan hardisk rusak lcd pun rusak beuh paranhya. Sudah berapa rupiah orang tuaku untuk membelikan laptop ini untukku, harusnya aku jaga sebaik-baiknya.
Oke, mulai sekarang harus lebih terjaga baik dari kelakuanku maupun pihak lain haha…
Saatnya menulis lagi mungkin, kemarin aku membaca buku Sex After Dugem karya Budiman Hakim (beuh kaya’ bahasa jaman SD saat mau bacain puisi orang)
Menurut Budiman Hakim yang nama aslinya Meilany Hakim (ha..ha..ha lu harus baca bukunya jika pengen tahu asal-usulnya) kata dia tuch menulis itu ibarat menyobek selaput dara perempuan pertamanya susah dan kadang membuat kita menyerah tetapi setelah berhasil kita akan menikmatinya (anjrit banget ya perumpaanya) jujur aku ga terlalu setuju karena emang belum ngrasain sendiri he.he..
Trus kata Hakim lagi ni ya kita harus rajin-rajin nulis dan setelah banyak tulisan kita, kita bandingkan tulisan pertama kita dengan tulisan terakhir kita akan terlihat perbedaan seperti tulisan SD ma SMA. Makanya, aku ingin membuktikan analisis “beliau”.
Aku baca buku ini saat mau pulang ke Magelang, berhubung suasana di kereta mulai membosankan mulai deh aku mebaca buku ini. Pertamanya agak malu juga membaca buku ini dengan judul buku Sex After Dugem yang terpampang jelas di cover buku, takutnya orang-orang yang melewatiku mengira aku pemuda mesum yang membaca buku stensilan di kereta (beuh ga banget dah..) tapi lama kelamaan pegel juga tangan harus nutupin ne buku pake bantal. Dengan lagak cuek lanjutin baca aja ni buku dengan leluasa, walaupun banyak orang lewat memandangku dengan tatapan aneh.
Liburan kali ini sudah aku putuskan untuk memperbaiki laptopku yang udah sekarat terkapar di lemari kosan. Konsekuensinya aku harus bolak-balik Jogja hanya demi laptopku tersayang (baru sadar aku menyayanginya akhir-akhir ini ho.hoho).
Setelah masuk service centre diketahui bahwa hardisk ma lcd harus diganti wuihhh syok,,kaget jadi satu. Harus berapa juta buat benerin, untungnya masih garansi jadi gartiiiisss…(parah belum ada satu tahun uda rusak parah).
Dengan tekad yang bulat dan api semangat yang berkobar-kobar di dada, mulai sekarang akan kusayang kau laptopku tersayang hummm(bibir monyong nyiumin laptop ha.ha.ha najis banget). Dan semangat yang masih berkobar juga aku akan mulai aktif untuk menulis lagi ho.ho.. (emang dulu aktif?)

Sabtu, 31 Januari 2009

TERLALU BANYAK MENGELUH

TERLALU BANYAK MENGELUH…

Kriiing…. Dering telepon seluler ku membangunkanku.. pada pukul 02.00
Ternyata teman baikku menelponku dan ingin bercerita tentang dirinya dan kota barunya…
Diapun mulai menuturkan kisahnya dengan sebutan aku…
Akupun mulai mendengarkan apa yang aku bicarakan lewat telepon selulerku..
Walau kantuk terasa berat tapi jujur aku akui aku ingin mendengarkan aku bercerita tentang dirinya
Re,Kuakui aku memang terlalu banyak mengeluh tentang apa yang kadang aku hadapi. Persoalan yang seharusnya mudah tetapi kadang kuanggap sulit untuk diselesaikan.
Aku takut amarah itu kembali muncul. Amarah yang dulu sering meluap-luap saat aku masih SMA, yang dulu sering aku banggakan bahwa aku bisa menyelesaikan masalah dengan letupan emosi muda, tapi aku akui itu salah,,
Aku jujur belum bisa menaklukkan kota yang sudah satu tahun aku tinggali.. aku masih terpaku di ruang segi empat dan belum bisa menemukan pintu untuk dapat keluar dan terbang bebas..
Aku terlalu banyak mengeluh atas nikmat yang seharusnya aku syukuri
Aku terlalu banyak mengeluh atas cobaan yang seharusnya aku hadapi dengan senyuman
Aku terlalu banyak mengeluh atas semua yang terjadi padaku
Satu hal yang mungkin menyebabkan aku terlalu banyak mengeluh aku terlalu menutup diri dan susah untuk mempercayai orang lain aku terkengkang dalam ruang segi empat yang dulunya kuanggap sangat nyaman untuk ditempati.
Aku kurang melihat keadaan orang lain yang berada dibawahku, seharusnya ku bersyukur atas apa yang sudah ada padaku…
Repyssa : Aku sebenarnya tidak mengerti tentang apa yang dibicarakan aku tentang dirinya tapi satu garis besar yang dapat kutangkap temanku mengakui bahwa dirinya terlalu banyak mengeluh dan kata-kata yang kuingat walau aku benar-benar mengantuk saat itu adalah
AKU..
MENGELUH..
RUANG SEGI EMPAT…
PINTU..
ORANG LAIN…
Paginya kuambil telepon selulerku segera kukirim pesan singkat untuk temanku yang dini hari bercerita padaku…
“ Hai, orang yang berada di ruang segi empat teruslah mengeluh jika memang kau ingin pintu itu tertutup selamanya dan kau akan berada di dalam ruangan itu tanpa melihat orang lain yang sebenarnya menyayangimu dan ingin melihatmu tersenyum “

Awal dari sebuah Permulaan…

Awal dari sebuah Permulaan… putih.. warna yang mengawali
Aneh memang, menamakan blog ku dengan putih bergabunglah…, aku sendiri masih ragu tentang apa dan siapa yang akan aku ajak bergabung…. Yang jelas dan yang pasti mereka – mereka yang mau mengorbankan warna mereka untuk membuat warna baru denganku..
Sebenarnya aku sudah lama berhenti menulis sejak SMA dulu, tetapi setelah membaca blog temanku.. Dyaz..(makasi yaz..supportnya..,) aku jadi pengen manulis kembali,,, tapi bedanya sekarang langsung tertuang dalam media elektronik..dan ingin mempunyai teman yang dapat berbagi melalui tulisan – tulisanku. Maka putih,,, bergabunglah..
Blog dyaz memancing hasratku untuk dapat menulis kembali tetapi entah… apa yang akan tertulis berikutnya dalam setiap tuts – tuts yang tertekan hanya isi dari kepalaku yang tidak menginginkan batas dan plot – plot yang terlalu mengekang walaupun aku tahu hal ini akan menjadikan tulisanku semakin tak berarah… tapi sebagai pemula nan amatiran ijinkanlah daku… belajar..(Sebegitu lebay kah )
Jadi untuk berikutnya tulisanku berbicara tentang aku dan tanganku yang mencoba mengishkan tentang aku dan sekitarku… Jadi masih kutunggu warna warna lain yang mau bergabung..
Ya… karena putih warna yang mengawali dari suatu awal warna yang dapat menciptakan suatu awal keindahan.

Sabtu, 24 Januari 2009

aku ingin mengucapkannya langsung,,,,

Aku Ingin mengucapkannya.. langsung!!
Terbayang wajahnya yang begitu sabar..
Terbayang senyumnya yang begitu ramah..
Terbayang suaranya yang begitu berwibawa..
Dan tangannya yang kokoh menopangku

Baru aku sadari sekarang bahwa dia sangat menyayangiku, sering kali dia terlupakan dan tak jarang perannya tertutupi oleh sosok lain yang menurutku lebih berperan dalam hidupku.., Tetapi aku masih bersyukur dapat menyadarinya sekarang walaupun menurutku sudah agak terlambat umurku sudah 19 tahun tetapi lebih dari 19 tahun dia mengharapkanku dapat bernafas dan berjuang mencapai apa yang aku inginkan.
Dia hanya tersenyum saat aku berhasil mencapai yang aku inginkan dan tak mengaharapkan pelukan atau ucapan terima kasih seperti yang aku lakukan kepada wanita yang sangat aku cintai.. Sosoknya kadang – kadang tersamarkan oleh silaunya ambisiku dan jarangnya kami bertemu..
Dia selalu berjalan di belakangku dan tetap berjaga jika aku tiba – tiba yang terjatuh dari tingginya mimpiku yang hendak aku capai.. dengan tangannya yang kokoh dia menatihku kembali agar aku dapat segera berlari dan kembali mengejar mimpiku yang sempat tertinggal.. Tapi tangan itu kadang tak pernah kuhiraukan keberadaanya.
Aku terlalu sombong akan kemampuanku dengan mengatakan “ Aku sudah dewasa!” padahal dia tetap sabar akan tingkahku yang masih kekanak – kanakan walaupun aku menganggapnya sebagi prinsip muda yang harus aku pegang.
Semuanya baru kusadari sekarang..
Sempat dia hilang kesabaran akan ulahku tapi bukan karena aku menyakiti hatinya tetapi karena aku menyakiti perempuan yang dicintainya, sungguh aku merasa bersalah kepada perempuan yang dicintainya tetapi rasa bersalah itu tak sedikitpun tercurah kepadanya walaupun aku sudah membuatnya marah. Memang aneh,,,sosoknya begitu kabur di mataku..
Tapi baru kusadari sekarang dia begitu hebat tutur katanya yang ramah kepada siapa pun,
Tapi baru kusadari sekarang dia begitu hebat sikapnya yang bijak dalam menasihatiku,
Tapi baru kusadari sekarang dia begitu hebat wibawanya yang mampu membuat orang hormat padanya,
Tapi baru kusadari sekarang dia begitu hebat membuat wanita yang kucintai pun bangga bersandar didadanya,
Ya…dia memang hebat aku salut padanya… Ayah…aku bangga menjadi anakmu..

Aku ingin mengatakan langsung padamu saat kau berulang tahun hari ini 24 januari 09 dan mengecup tanganmu yang dulu selalu merengkuhku saat ibuku sudah tak sanggup lagi menasihatiku..
Sangat kusesalkan saat aku menyadari betapa sayangnya dirimu padaku.. aku tak dapat menjumpaimu karena terpisah jarak..padahal aku ingin sekali mengucapkan Selamat Ulang Tahun..
Aku terbangun pukul 02.00 dan berdoa untukmu…
Ya Allah Panjangkanlah umurnya agar aku bisa membalas semua pengorbanan yang dulu sering aku tidak hiraukan
Ya Allah Berikanlah kesehatan padanya agar dia dapat melihat anaknya yang dulu sering acuh,,bersujud di lututnya memohon maaf..
Ya Allah Sungguh aku memohon padamu buatlah ayahku bangga mempunyai anak seperti diriku.. dan akupun akan berusaha..

Aku ingin pulang dan mengatakan langsung “Ayah selamat ulang tahun”