Sabtu, 31 Januari 2009

TERLALU BANYAK MENGELUH

TERLALU BANYAK MENGELUH…

Kriiing…. Dering telepon seluler ku membangunkanku.. pada pukul 02.00
Ternyata teman baikku menelponku dan ingin bercerita tentang dirinya dan kota barunya…
Diapun mulai menuturkan kisahnya dengan sebutan aku…
Akupun mulai mendengarkan apa yang aku bicarakan lewat telepon selulerku..
Walau kantuk terasa berat tapi jujur aku akui aku ingin mendengarkan aku bercerita tentang dirinya
Re,Kuakui aku memang terlalu banyak mengeluh tentang apa yang kadang aku hadapi. Persoalan yang seharusnya mudah tetapi kadang kuanggap sulit untuk diselesaikan.
Aku takut amarah itu kembali muncul. Amarah yang dulu sering meluap-luap saat aku masih SMA, yang dulu sering aku banggakan bahwa aku bisa menyelesaikan masalah dengan letupan emosi muda, tapi aku akui itu salah,,
Aku jujur belum bisa menaklukkan kota yang sudah satu tahun aku tinggali.. aku masih terpaku di ruang segi empat dan belum bisa menemukan pintu untuk dapat keluar dan terbang bebas..
Aku terlalu banyak mengeluh atas nikmat yang seharusnya aku syukuri
Aku terlalu banyak mengeluh atas cobaan yang seharusnya aku hadapi dengan senyuman
Aku terlalu banyak mengeluh atas semua yang terjadi padaku
Satu hal yang mungkin menyebabkan aku terlalu banyak mengeluh aku terlalu menutup diri dan susah untuk mempercayai orang lain aku terkengkang dalam ruang segi empat yang dulunya kuanggap sangat nyaman untuk ditempati.
Aku kurang melihat keadaan orang lain yang berada dibawahku, seharusnya ku bersyukur atas apa yang sudah ada padaku…
Repyssa : Aku sebenarnya tidak mengerti tentang apa yang dibicarakan aku tentang dirinya tapi satu garis besar yang dapat kutangkap temanku mengakui bahwa dirinya terlalu banyak mengeluh dan kata-kata yang kuingat walau aku benar-benar mengantuk saat itu adalah
AKU..
MENGELUH..
RUANG SEGI EMPAT…
PINTU..
ORANG LAIN…
Paginya kuambil telepon selulerku segera kukirim pesan singkat untuk temanku yang dini hari bercerita padaku…
“ Hai, orang yang berada di ruang segi empat teruslah mengeluh jika memang kau ingin pintu itu tertutup selamanya dan kau akan berada di dalam ruangan itu tanpa melihat orang lain yang sebenarnya menyayangimu dan ingin melihatmu tersenyum “

0 comments: