Kemanapun kaki berhijrah, tujuan terindah adalah rumah

Rabu, 12 Mei 2010

Sejenak berhenti dari himpitan semua deadline, yang ku yakin mampu menyelesaikannya.
Muncul sebersit niat untuk mengantikan ambisi menjadi hati yang siap untuk diuji atau pemahaman akan kekurangan diri.
Banyak hal-hal yang kurang disyukuri keberadaanya tidak perlu list panjang untuk menyebutkan, tak perlu pengakuan dosa untuk memahami, hanya cukup berhenti sejenak dari semua aktivitas dan memejamkan mata..
Banyak teman-teman yang terlupa. Aku sudah lupa bagaimana mereka tertawa, aku mulai kabur bagaimana cara mereka menggerakkan bibirnya menceritakan setiap kesehariannya hanya karena merasa nyaman untuk diceritakan kepada orang yang tepat.
Terlalu asyik dengan dunia sendiri, seakan sudah siap untuk menempuh dunia baru. Terus menatap ke depan dan aku rasa ini prinsip yang tepat saat ini berharap semua cita dan obsesi saya terpenuhi. Kadang menoleh ke belakang adalah pemikiran yang bodoh kuanggap. Terlalu membuang waktu hanya untuk parkir di kesenangan semata sedangkan sepedaku masih kuat untuk kukayuh.
Pernahkah tersadar olehku jika kawanku yang sedang mengayuh sepeda dibelakangku mungkin terjatuh, mungkin kelelahan, mungkin membutuhkan semangatku untuk mengayuh bersama. Hal itu semua kuanggap tidak terlalu penting dan akan memperlambat ku sampai pada tujuan akhir sepedaku.
Hingga suatu saat kukayuh sepedaku terlalu kencang tak sengaja ku terjatuh dan kakiku terkilir, temanku dibelakang dengan terengah-engah segera mengayuh sepedanya dengan kuat. Ku tahu dia kelelahan saat kutinggal tadi, kutahu dia pernah terjatuh dan ku tak menghiraukan, tapi dengan sekuat tenaga dia mengayuh sepeda untuk menolongku.
Wajah paniknya, mulutnya yang mulai berkata mulai tergambar jelas kembali. Masih dengan cara khasnya dia membantuku. Tak perlu penggambaran akan perlakuan, hanya jiwa yang mampu merasakan. Semua geraknya kembali jelas setalah sekian lama mulai kabur dari ingatan.
Tak pernah mempermasalahkan yang pernah dia rasakan dia dengan ikhlas terus merawat sang pengayuh sepeda yang terjatuh.
(tulisan yang kukirim ke salah satu teman terbaikku saat ulang tahun)

Reactions:

0 comments:

page view

Category

About Me

Foto saya
antara membutuhkan dan dibutuhkan

sound

Followers

RSS feed