Selasa, 01 Maret 2011

KEMBALI DENGAN JANJI JANUARI

Sudah berbeda kondisi tentunya, konsistensi menulis di blog pudar dengan sendirinya. Kembali dengan jiwa baru, keadaan baru, dan lingkungan baru. Berawal dari sebuah uji joba dari financial planner Ligwina Hananto yang akan mengkaji distribusi pengeluaran masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang, uji coba ini dinamakan #30Hari catat pengeluaran.
Tak ada salahnya mengikuti uji coba ini, saya mulai tekun mengisi form ini (form dpt diunduh di sini), dan sangat berpengaruh ternyata dengan kondisi keuangan saya, pengeluaran yang tidak penting dapat ditekan. Kegiatan ini meningkatkan awareness kita terhadap uang yang dikeluarkan, bukan bertujuan pelit, tetapi hemat dalam pengeluaran. Moment yang tepat diambil Ligwina Hananto, financial planner , di awal tahun dimana banyak orang yang mengambil banyak resolusi dan mungkin resolusi keuangan salah satunya. Jadi, akan banyak citizen yang melakukan ujicoba ini, termasuk saya.
Berangkat dari pemikiran Lidwina Hananto, kenapa saya sebagai jiwa baru, pribadi baru, dan dalam lingkungan baru tidak berani membuat sesuatu yang baru?. Tidak mudah untuk melangkah, saat semua belum terarah, tapi akan semakin bersalah jika jengah tidak tersingkir untuk sesuatu yang indah. Sesuatu yang baru itu saya sebut JANJI JANUARI.
Janji di bulan Januari, yang akan selesai di bulan Februari, mamantapkan hati dengan mengambil 5 poin kecil untuk sesuatu yang besar. Teriring semangat dan manfaat yang akan didapat Janji Januari pun terbuat, suatu janji akan tertepati jika ada saksi. TWITTER media saya untuk mengikrarkan janji tersebut, dengan membuat hastag #JanjiJanuari saya mulai memaparkan JANJI JANUARI saya, dengan follower saya yang menjadi saksi, dan janji yang penuh semangat dan semoga bermanfaat itu adalah :
>> Sarapan gandum sebelum beraktivitas di kantor.
Oatmeal, gandum dengan serat tinggi yang membantu melancarkan metabolisme dan membuat jantung sehat sudah saya konsumsi sejak saya kuliah, dan akan rutin dilakukan setiap pagi, paling tidak sampai Februari berakhir.
>> Memakan makanan yang sehat.
Berawal dari gangguan pencernaan, saya mulai memilih makanan yang sehat dan bersih yang pantas untuk masuk perut saya, mudah untuk mendapatkan makanan sehat saat siang hari, tapi akan berbeda saat makan malam. Hidangan penuh minyak dan kolestrol mudah tersedia sebagai santapan makan malam, saya berusaha menghindari itu dengan makan malam lebih dini di mana warung makan masih menyediakan sayuran sebagai hidangannya. (maklum anak kosan, yang tidak bisa memasak)
>> Memanjakan diri, tidak akan pernah memaksakan diri.
Terbiasa saat kuliah selalu memaksakan diri untuk sesuatu yang saya rasa susah untuk didapat dengan kemampuan diri yang ada, sepertinya kebiasaan itu harus segera disingkirkan, hal ini akan mudah memicu tingkat stress yang tinggi. Konsumsi makanan yang sehat pun akan terasa percuma jika tidak diimbangi dengan kondisi pikiran yang sehat, jadi diputuskan untuk menjalani hidup agar tetap hidup tak perlu banyak meraup sesuatu yang tak pantas dihirup.
>> Jogging rutin di setiap week end.
Jantung yang sehat akan terwujud jika jogging rutin sering dilakukan, mengambil jadwal week end dengan tujuan waktu jogging dapat dengan leluasa dilakukan, sekaligus untuk memanjakan diri. Setiap orang yang rutin jogging sangat kecil kemungkinan untuk susah tidur di malam hari, boleh di buktikan, karena saya sudah mengalaminya.
>> Pulang kampung minimal 2 bulan sekali
Entah mengapa  poin yang ini tiba-tiba masuk. Jiwa baru, keadaan baru, dan lingkungan baru mungkin yang mendorong poin ini menjadi sangat penting. Intinya belajar mandiri dan tidak trergantung kepada orang tua, dalam artian tidak melupakan hanya sebagai harapan mampu hidup mapan selalu dalam dekapan, perhatian, dan doa yang selalu mengalir dari hati mereka.
JANJI JANUARI yang  berakhir Februari, poin demi poin  tersebut mulai terbiasa untuk dijalani, dengan tatanan hati untuk meraih tertepatinya janji. Jujur yang paling susah dilakukan janji Memakan Makanan Yang Sehat, mulai mencoba dan terus mencoba menghindari makanan yang kurang sehat, tapi kondisi dan lingkunga  yang menyebabkan makanan sehat tersebut susah didapat.
JANJI JANUARI yang  berakhir Februari, susah memang untuk memulai sesuatu yang belum menjadi kebiasaan, tapi saat semua itu rutin dilakukan, tubuh akan secara otomatis mengatrur dirinya untuk melakukan kebiasaan tersebut. Jogging menjadi aktivitas rutin saya setiap akhir minggu, oatmeal menjadi menu sarapan yang ditunggu, tidak ada lagi pemaksaan diri beralih memanjakan diri, dan berhasil meyakinkan orang tua dengan jadwal pulang ke rumah 2 bulan sekali.
JANJI JANUARI yang berakhir Februari, dan semua pun terlewati, bulan Februari mulai menepi, seiring jan ji yang tertepati, dengan segenap ketulusan hati dengan follower Twitter menjadi saksi. Semoga janji yang penuh semangat ini mampu memberikan manfaat untuk hidup yang sehat.