Senin, 29 April 2013

MOVIECOUSTIC: Paduan Asyik Film dan Musik


Moviecoustic, perpaduan antara acara musik akustik dan film independen terpadu manis di Societeit De Harmonie Makassar. Tujuh Film dan tujuh lagu disuguhkan secara bijak dan sederhana, mencoba mengajak dan memberi makna. Tujuh Sutradara muda mempunyai mimpi yang sama, menyampaikan pesan apa yang ada di pikiran.


First Moon membuka acara Moviecoustic

Dibuka dengan penampilan Firstmoon, band indie Makassar, yang membawakan lagu Malu, The Light that Never Goes Out-The Smith, You and Me Song-The Wannadies dengan apik dan rapi mengantarkan screening 7 film sutradara muda Makassar. 

Dan ketujuh film karya 7 sutradara muda lulusan IKM Makassar siap dinikmati:



1.  FIKSI DARI MEJA MAKAN 

a film by M. Yusuf AG


 
Pembicaraan di meja makan yang semula fiksi berubah menjadi kenyataan yang memang harus diyakini. Berawal dari tiga sahabat yang sedang berlibur di suatu villa. Seharusnya liburan yang diakhiri dengan gembira berakhir duka. Bercerita tentang psikopat dan alur yang mudah ditebak siapa pelaku sebenarnya, membuat film ini kurang spesial dibanding film-film psikopat pada umumnya.


2. SEPATU BARU 


a film by Aditya Ahmad


Kadang keinginan memang harus diwujudkan dengan usaha yang maksimal. Kadang usaha yang maksimal pun dapat berujung gagal. Mimpi seorang anak kecil yang ingin memakai sepatu barunya saat udara cerah harus ditunda karena hujan yang turun berhari-hari dan menyebabkan banjir. Usaha yang dilakukan pun tak tanggung-tanggung, dengan hasrat menggunung pergi ke pawang hujan untuk menangkal hujan. Puluhan celana dalam dikumpulkan dan  dilemparkannya ke atap rumah untuk tolak hujan.

Film ini sangat menarik, dengan setting awal hanya seorang anak berkeliling kampung saat hujan dan entah apa yang dicarinya, membuat dahi penonton mengernyit. Sungguh diluar dugaan, memang alur cerita yang tidak mudah ditebak ini, mengangkat mitos Indonesia tentang pawan hujan, dari cerita yang original, akting aktris kecil yang mantap dan scoring music yang mendukung menjadikan film SEPATU BARU nyaman untuk dinikmati.



3. ADOPTION
a film by Andrew Parinussa
Yang dijaga belum tentu tumbuh seperti apa yang kita harapkan, apa yang kita harapkan  harus senantiasa diperjuangkan. Perjuangan seorang istri untuk menyelamatkan perkawinannya dengan mengadopsi seorang anak. Anak yang diharapkan dapat menambah keharmonisan berubah menjadi kehancuran. Surat kaleng yang berisikan foto-foto affair antara suami dan anaknya membuat sang istri dilema antara membunuh suami atau anaknya, demi menyelamatkan perkawinannya.

Alur yang dibuat maju mundur, membuat film ini terasa berbeda dan tidak mudah ditebak, penonton diajak untuk berpikir dan mengintepretasikan sendiri cerita dalam film ini. Akhir yang menggantung menjadi penutup yang manis dan menyisakan tanda tanya besar. Siapakah yang dibunuh sang istri demi sebuah keutuhan yang diawali kehancuran.


 4. INGATAN SUNYI

a film by Rusmin Nuryadin
Ingatan Sunyi akan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) yang difitnah melakukan ritual “Harum Bunga” tarian erotis yang diakhiri dengan pemotongan penis para Jenderal di tahun 1965. Rusmin Nuryadin, sutradara INGATAN SUNYI mengajak penonton untuk  membangkitkan kembali ingatan sunyi akan penyiksaan para wanita mulia Gerwani yang dianggap berkoalisi dengan Gerakan PKI untuk membunuh Jenderal-jenderal, dan membiayai gerakan PKI melalui melacur.

Setting tahun 1965 yang diusung dalam film ini dan gambaran cerita singkat tentang Gerwani, berhasil membangkitkan ingatan sunyi akan sesuatu  yang tersembunyi. Untuk yang penasaran tentang Gerakan Wanita Indonesia yang dituduh berkoalisi dan mendapat siksaaan seksual maupun mental dapat membaca buku Kembang-Kembang Genjer (klik di sini) karya Fransisca Ria Sutanti.

 5. PICTURE

a film by Rio Supriadi

Tema pengagum rahasia diangkat dalam film ini, lebih ke cerita masa kini dan penggambaran seorang yang ingin mengungkapkan isi hati. Berawal dari seorang wanita muda yang mempunyai hobi menghabiskan berjam-jam untuk menulis di sebuah café, berlanjut dengan ketidaksengajaan tertinggalnya kamera saku milik sang wanita tersebut.

Waiter yang diam-diam mengagumi wanita tersebut mempunyai cara yang berbeda mengungkapkan isi hati melalui gambar sketsa yang sengaja ia masukkan ke kamera saku sang wanita yang tertinggal.

Cerita makin menarik saat sang wanita muda menebak siapa sebenarnya pengagum rahasianya diantara banyaknya waiter di café tersebut.  Rio Supriadi, sutradara Film PICTURE, berhasil membuat penonton bertanya-tanya siapa sebenarnya pengangum rahasia ini, tapi pesan yang tersampaikan dari cerita ini bahwa ada banyak cara untuk bersyukur mengagumi ciptaan Sang Akbar, salah satunya dengan gambar.

 6. SEPASANG KELABU

a film by Arman Dewarti

Ketidakpastian akan hubungan sering membawa warna kelabu dalam kehidupan. Kelabu menjadi pilihan warna untuk sesuatu yang masih harus ditegaskan antara 2 pikiran manusia untuk bersatu. Bercerita tentang pria dan wanita yang bertengkar hebat di dalam mobil dan memperdebatkan kejelasan hubungan mereka. Sangat disayangkan pesan yang terkandung dari film ini kurang berhasil disampaikan dan memang berakhir kelabu. 

 7. CITA

a film by A. Burhamzah

Keterbatasan bukan berarti kita terkungkung akan sesuatu yang lama ingin kita dukung. Ketertarikan seorang pemuda tuna daksa terhadap Cita, gadis tuna wicara yang sedang berulang tahun. Rasa ingin memberi kado di ulang tahun Cita membuat pemuda yang tidak mempunyai kaki ini berjuang mencari hadiah terbaik untuk gadis pujaan hatinya.   

Cerita simple tapi sarat makna ini seakan menampar kita, rasa syukur akan anugerah lengkapnya anggota badan sering kita lupakan dikeseharian. Cerita yang sederhana namun sarat makna.


bersama aktris cilik berbakat Isfara Febiana
Dari tujuh film yang saya tonton di acara Moviecoustic, saya jatuh hati pada ide film SEPATU BARU, ceritanya tidak mudah tertebak, dan pesan yang disampaikan mengena, ''Keinginan itu harus diperjuangkan bukannya direnungkan".

Isfara Febiana, aktris cilik berbakat yang bermain di film SEPATU BARU ikut memeriahkan pemutaran 7 film karya 7 sutradara muda lulusan Institut Kesenian Makassar. 







bersama Rio Supriadi, sutradara Film Picture
Acara Moviecoustic ini berlangsung selama 6 hari mulai dari 23 April – 28 April 2013 di Gedung Kesenian Societet De Harmonie Makassar. 

Hasil kerja sama antara Institut Kesenian Makassar, Rumah Media, Flow Management, Rumata Art Space dan Gedung Kesenian Societeit De Harmonie bisa dikatakan cukup sukses menyedot banyak penonton. Dihadiri oleh sutradara Riri Riza, para pembuat film di atas dan para aktor yang mendukung membuat para penonton lebih dekat dengan hasil karya mereka.


  



Semoga acara seperti ini semakin banyak digelar di Indonesia, seperti prinsip 7 sutradara muda asal Makassar. Film mestinya baru "menjadi" kalau ditonton publik dimana ia dibuat, ditegaskan oleh Riri Riza.




2 comments:

amela mengatakan...

aaak.. seru banget kayaknya nih acaranya re..
dan ada yang cover lagunya the wannadies pula..

semoga dapat kesempatan datang ke acara2 seperti ini..

REPYSSA mengatakan...

iya amel, jarang2 ada event kayak gini di sini,

the wannadies, you and me, kata tulad lagu favoritmu ya? wahihihi...

anyway mel, jangan lupa bentar lagi ada event keren europe on screen, digelar di 7 kota sekaligus, be there!!