SOROWAKO : Kota Tambang Tak Selamanya Gersang


  • Sekilas Sorowako
Rutinitas kantor yang monoton dan kadang dikejar deadline menuntut kita untuk rehat sejenak dari rutinitas tersebut. Sweet escape from the office perlu dicoba, dan Kota Sorowako menjadi pilihan liburan kali ini. Long weekend sepulang dari kantor, dengan packing seadanya menuju pool bus jurusan Sorowako.

Sorowako adalah daerah di kecamatan Nuha, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Sorowako terkenal akan nikelnya dan merupakan salah satu penghasil nikel terbesar di dunia dengan pengelolaan PT International Nickel Indonesia (Inco) yang sudah berganti nama menjadi PT Vale Indonesia pada tahun 2011. Untuk mencapai Sorowako dapat ditempuh dengan jalur darat (bus selama 12 jam) dan udara (pesawat perintis). Infrastruktur transportasi Sorowako termasuk lengkap dikarenakan keberadaan PT Vale Indonesia yang merupakan anak perusahan dari Vale Brasil.

  •  Hari ke-1
Ketenaran Sorowako bukan hanya dari hasil tambang nikelnya, melainkan dari panorama alamnya mulai dari pegunungan, air terjun, danau, goa bawah air dan gugusan pulau-pulau kecil.

Pegunungan Verbeek mengelilingi Danau Matano dan terhampar hijau dengan vegetasi yang masih alami. Selain Danau Matano juga terdapat Danau Towuti dan Danau Mahalona. Air terjun Matabuntu atau Air terjun Meruruno  juga menjadi daya tarik tersendiri di Sorowako.

 
Pegunungan Verbeek
Oke, perjalanan di mulai dengan mendatangi Perumahan Vale yang terkenal sangat unik mencampurkan konsep rumah adat suku bugis dengan tata kota luar negeri.

a.       Perumahan Vale
Area perumahan PT Vale Indonesia, halaman rumah luas dan tanpa pagar

Perumahan vale disediakan untuk karyawan PT Vale Indonsesia dengan tingkatan terendah sampai dengan jajaran para direksinya. Dengan mengusung rumah adat bugis dan mengadaptasi tata kota luar negeri, kita dapat melihat banyak rumah panggung kayu, tidak memiliki pagar, halamannya luas dan berbukit-bukit tertata apik di perumahan ini. 
Tipe rumah mengadopsi tipe rumah panggung Suku Bugis



Sangat terjadi perbedaan antara rumah para pegawai PT Vale Indonesia dengan jabatan yang diperoleh masing-masing. Para Ekspatriat yang menduduki jabatan atas, mendapatkan rumah dengan letak strategis berada langsung di pinggir Danau Matanao dan dermaga yang menghubungkan langsung dengan rumah tersebut. Dan terdapat pula yacht club tak jauh dari perumahan mereka. 
 
Rumah Ekspatriat, terhubung langsung dengan dermaga D. Matano
b.       Pantai Ide
Pantai Ide
Pantai yang idealnya berada di tepi laut, tapi tidak untuk Pantai Ide yang merupakan dermaga bercabang, dan sepanjang 100 m menjorok ke Danau Matano. Pantai Ide merupakan pantai yang paling banyak dikunjungi karena di pantai ini kita bisa melihat jernihnya air Danau Matano.

 
dermaga Pantai Ide yang menjorok ke D. Matano


Berbagai olahraga air dapat kita lakukan di Pantai Ide ini, mulai dari berenang, snorkeling sampai kayaking. Mendayung perahu kayak sambil menikmati jernihnya air Matano dan hijaunya pegunungan Verbeek, kita akan lupa sejenak akan aktivitas rutin yang melelahkan.





Sewa perahu kayak pun tergolong murah Rp25.000 per jam, disediakan di sekitar dermaga Pantai Ide.








c.       PantaiSalonsa
Tak jauh dari Pantai Ide, dan masih berada dalam kawasan Perumahan PT Vale Indonesia, terdapat pula Pantai Salonsa yang tak kalah menarik dari Pantai Ide. Pantai Salonsa berada tepat di rumah para ekspatriat dan banyak dermaga untuk kapal berlabuh di pantai ini. Pantai Salonsa menjadi tempat yang cocok untuk berkumpul keluarga menghabiskan akhir pekan sambil menikmati pemandangan Danau Matano.




d.      Wallacea Sariwegading Mining Park
Dump Truck, salah satu koleksi kendaraan berat PT INCO

 Mining Park ini mempunyai banyak koleksi mobil-mobil operator khas daerah tambang. Mobil-mobil tambang ini biasanya dijalankan oleh operator, dan jangan salah, tidak sedikit dari operator mobil tambang PT Vale adalah wanita. Selain itu kita juga dapat menjumpai anoa, hewan khas pulau Sulawesi.


Sorowako walaupun terkenal daerah tambang tetapi tetap memperhatikan kelestarian hutan dan habitat didalamnya, terbukti dengan diadakannya nursery pembibitan pohon filicium yang mempunyai daun kecil namun lebat dan berfungsi menetralisir kadar polusi di udara.

Untuk jam berkunjung hari Senin-Jumat (06.00-08.00 & 15.00-18.00) sedangkan hari Sabtu-Minggu (06.00-10.00 & 15.00-18.00)

  • Hari ke-2
Oke, untuk hari kedua di Sorowako, kami berencana untuk menuju Desa Matano, tempat mata air bora-bora yang merupakan sumber air Danau Matano. Untuk mencapai desa ini kita harus menyewa perahu secara khusus.

a.       Dermaga Sorowako
Dermaga Sorowako merupakan alternative akses bagi para penduduk Sorowako untuk menuju Nuha dengan cepat. Banyak perahu bermotor berjejer rapi siap mengantar para penduduk, baik orang maupun barang.
Aktivitas pagi penduduk Sorowako yang hendak menyeberang ke Nuha


Kami  menyewa  satu perahu untuk mengantarkan sampai Desa Matao, perjalanan ditempuh selama 1 jam. Tapi tenang, perjalanan tidak akan membosankan apabila disuguhi pemandangan yang luar biasa Indah seperti disamping.














b.       Mata air Bora-bora dan Desa Mantano
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, sampailah di Desa Matano yang mempunyai kurang lebih 100 kepala keluarga. Di desa inilah mata air bora-bora berasal, konon apabila kita mengucap “bora-bora” maka akan muncul gelembung-gelembung dari bawah kolam. 
Kolam yang sengaja dibuat untuk menampung mata air Bora-Bora
 Di tengah kolam terdapat batu besar yang mempunyai gambar bulan sabit, menurut penduduk local, hanya yang berketurunan raja yang mampu mengangkat batu itu. Mata air ini juga merupakan sumber air bersih bagi penduduk Desa Matano.

c.      Goa bawah air dan Air terjun PLTA
Dalam perjalanan pulang ke Sorowako, akan melewati air terjun  yang sekarang dibendung dan dijadikan PLTA. Untuk mencapai air terjun tersebut kita harus melintasi sawah terlebih dahulu.
 
Mata kita juga dimanjakan oleh pemandangan goa bawah air yang berada di Danau Matano, dengan kilauan air yang jernih, kita dapat melihat goa bawah air tersebut. Banyak wisatawan yang masuk ke goa tersebut dengan berusaha menahan napas (apabila tanpa peralatan) sepanjang 1 M.

Goa Bawah Air Matano

d.      Air terjun Matabuntu
Belum lengkap rasanya apabila kita belum berkunjung ke Air terjun Matabuntu yang memiliki tingkat lebih dari 6 tingkat. Tingkatan air yang berundak diselingi kolam-kolam yang memungkinkan kita berenang di air terjun tersebut. Air terjun ini tersembunyi di dalam hutan sehingga kondisinya masih alami, dari Sorowako berjarak 30 km tepatnya di Wasuponda.
 
Air Terjun Matabuntu

     Air terjun Matabuntu mengalir ke Sungai Tumbura diantara bebatuan kapur Lereng Gunung Lembeonga. Keunikan dari objek ini adalah diundakan paling atas dapat ditemui sebuah batu berbentuk alat kelamin pria yang konon dipercaya dapat membantu pasangan yang belum dikaruniai anak.

e.       Kuliner
Untuk wisata kuliner di Sorowako memang sangat terbatas, kita bisa menikmati kapurung dengan ikan masak di pasar tradisional Sorowako. Kapurung terbuat dari sagu, hampir mirip dengan papeda tetapi dicampur kuah dan sayur bayam. Sambal teri dan sambal mangga menambah citarasa untuk menikmati kuliner kapurung ini.
Kapurung disajikan dengan ikan masak


  •     Pulang
Baiklah, cukup sekian tentang Sorowako, kota tambang tak selamanya gersang dan panas, justru hal ini dibantah mentah-mentah oleh Indahnya Alam Sorowako, jadi apabila kalian mulai penat dengan rutinitas kantor, kuliah dan pekerjaan lainnya tak ada salahnya untuk sejenak melarikan diri dan bersantai di Sorowako, Sulawesi Selatan.



Komentar

fahmianhar mengatakan…
mantabs!! pengen nyemplung ke mata air bora-bora nya... boleh nggak sama penduduk lokalnya?
tjuandha mengatakan…
ajak saya ke SOROWAKO. wah asyik nyaaaaa
REPYSSA mengatakan…
@fahmianhar boleh turun bang ke kolamnya, sekalian kalo bisa angkat batu bergambarkan sabit artinya bang fahmi ada keturunan raja Matano haha


REPYSSA mengatakan…
@tjuanda haha ayok aja silakan berkunjung ke Bumi Celebes
Zippy mengatakan…
Keren2 ya, apalagi goa bawah air Matanonya .
Btw, pengen deh naik kayak soalnya selama ini belum pernah, hahah :))
REPYSSA mengatakan…
kalo mau masuk goa bawah airnya butuh perjuangan....,
Dhorina Oktaniawan mengatakan…
wah luarbiasa ki... joss tenan... haha
Dhorina Oktaniawan mengatakan…
luarbiasa.....
REPYSSA mengatakan…
@dhorina , hahaha memang jos mas, ngga nyangka walaupun kota tambang ternyata pohonnya rindang
Chaerunnisyah .B mengatakan…
Heyy,, syapa yang mau ke sorowako aku orang asli soroako loh .. Summpah!!
Chaerunnisyah .B mengatakan…
Heyy,, syapa yang mau ke sorowako aku orang asli soroako loh .. Summpah!!
Eliyono Kusumo mengatakan…
Sorowako sekarang kayak apa yach?
teti lope mengatakan…
ini kampung halaman calon mertua...bagus bangetttt....
Aan Hilman mengatakan…
Kmrn sy sari sana.. mantap !
Haidil mengatakan…
Ada yg tau tmpt peningapan yg recomended yg berada dekt dari pntai ide/perumahan vale/danau matano yg hrga utk backpacker. Inponya ke email aku lngsung yah haidil.fitrah@ymail.com. thx smua.
Anonim mengatakan…
Pengen nginfoin dikit sebenarnya rumah panggung di perumahan vale (yg dulu bernama Inco) gk benar2 ngikutin rumah panggung adat bugis.. Panggung dipilih dan kayu Karena untuk menyesuaikan segi keamanan (sorowako termasuk daerah patahan tektonik) lalu yg mendesain rumah karyawan itu dari kontraktor asing mungkin kontraktor dari Australia klo kita lihat typical perumahan2 di Brisbane sangat banyak kemiripan design dan detil jendela dengan rumah karyawan inco atau yg udah berganti nama VALE
ari satrio mengatakan…
Klo ke soroako hindari bus liman. Lemottttt habis

Postingan Populer