Art's Day Festival Makassar


Pertunjukkan seni kembali digelar di Kota Makassar. Kali ini Art’s Day Festival  mengisi hari-hari warga masyarakat Makassar dengan pertunjukan seni baik dilakukan di dalam ruangan maupun luar ruangan (untuk menarik perhatian masyarakat).

Pementasan teater di pelataran Gedung Kesenian


Art’s Day Festival 2013 diselenggarakan untuk  memperingati 35 tahun usia Sanggar Merah Putih yang didirikan pada tahun 1978. Sanggar Merah Putih aktif dalam melakukan pagelaran Teater, salah satunya Teater Atas Nama Cinta yang membuka Art’s Day Festival 2013 di Societeit de Harmonie Makassar.

Acara ini berlangsung selama lima hari mulai tanggal 16 Mei 2013 – 20 Mei 2013 hasil kerja sama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar dengan Sanggar Merah Putih Makassar (SMPM) . Adapun jadwal Art’s Day Festival 2013 sebagai berikut:

Jadwal Art’s Day Festival Makassar

Kamis, 16 Mei 2013
16.00-17.30 Opening Ceremony
17.00-17.30 Pertunjukan musik L-Met Project
20.00-selesai Pertunjukan teater: Atas nama cinta (SMPM)

Jumat, 17 Mei 2013
14.00-16.00 Pemutaran film
16.00-selesai Pertunjukan tari: Yayasan Angin Mamiri, Selfina Cepi palu, Nungky Yogjakarta, Aswani Makassar, Coco Dance Area Makassar, Fitri Setyaningsih Solo.

Sabtu, 18 Mei 2013
14.00-16.00 Pemutaran Film
20.00-Selesai Pertunjukan teater: Perutku Bicara, Komunitas Sapi Berbunyi

Minggu, 19 Mei 2013
14.00-16.00 Diskusi
16.00-17.00 Pertunjukan musik: Tangan Perkusi Makassar
20.00-Selesai Pertunjukkan musik: Urban Eggs Makassar, South ID Makassar, JK Etnika Makassar
Pembacaan karya sastra: Moch. Hasymi Ibrahim, Wawan Mattaliu, Aslan Abidin, Shinta Febriany, Luna Vidia, Muhary Wahyu Nurba

Senin, 20 Mei 2013
16.00-17.00 Seni Instalasi Ahmad Anzul
20.00-selesai Pertunjukan teater: Adong Pulang, Rombongan Sandiwara Petta Puang

Tak tanggung-tanggung, seniman dari luar Makassar pun ikut didatangkan untuk memeriahkan Art’s Day Festival kali ini. Seniman asal Solo, Yogjakarta, Samarinda, Palu, dan Lombok berantusias untuk meramaikan event ini.
Saat screening film, Art’s Day Festival menampilkan beragam film dari berbagai daerah, diantaranya:
  1. HIGH HILLS (Film pendek seorang guru yang di mutasi. Meski sempat pesimis tapi ia ubah sikap optimismenya demi menjadi seorang guru yg baik)
  2. POETERE (Film pendek Paotere kisah 2 orang anak yang punya cita2)
  3. Mattulada
  4.  Video poem dari Afrizal Malna "sebuah puisi dari selat sunda"
  5. "Matahari" dari Yusuf Radjamuda (Palu) satu-satunya film pendek animasi yg ada di event,
  6. Aluk To Raja, sebuah film dokumenter dgn cerita futuristik dari Toraja di buat oleh orang Prancis (Vincent Moon) dan diproduseri orang Makassar.
  7. Ingatan Sunyi dari sutradara Rusmin Nuryadin mengisahkan tentang Gerwani di Tahun 1960an, film ini juga diputar di Moviecoustic (klik di sini) (event festival film Independent Makassar).



Opening Act oleh Teater Kita

 
Opening act dari Teater Kita yang mengangkat judul Teater Tragos of Bagang, selalu dipentaskan tiap malam di pelataran Gedung kesenian Makassar selama lima hari berturut-turut, bercerita tentang seorang ibu nelayan yang melepas anaknya mengarungi lautan luas mencari ikan. Perpaduan yang menarik antara musik, monolog, dan tari di Teater Tragos of Bagang ini. Teater ini berhasil menarik perhatian anak muda yang sekedar lewat di depan Gedung Kesenian atau memang menyempatkan diri melihat pertunjukkan ini.



Pameran foto di Societeit de Harmonie




Selama Teater Tragos of Bagang berlangsung, pameran foto juga digelar di dalam Gedung Kesenian Makassar. Puluhan foto dipamerkan dengan berbagai tema. Pantomim dan aksi teatrikal ikut menghiasi pameran foto kali ini, suatu cara yang unik untuk menarik minat penonton.


Teater Perutku Bicara


Komunitas Sapi Berbunyi ikut meramaikan Art’s Day Festival Makassar dengan menggelar pertunjukkan Teater Perutku Bicara. Bercerita tentang kaum urban yang gagal bertahan hidup di kota besar dan mempertanyakan keeksistensian Tuhan saat mereka menahan lapar. Monolog  “Kentut” juga dibawakan secara apik oleh Bapak Adnan, salah satu anggota Komunita Sapi Berbunyi.




Bersama seniman lukis saat pementasan teater


Teater Perutku Bicara menggabungkan seni tari, seni musik perkusi, seni lukis, drama dan monolog menjadi satu. Interaksi dengan penonton pun tak kalah mengambil peran suksesnya teater ini. Yang unik dari teater ini, para pemain teater masih dalam plot alur cerita berusaha berinteraksi dengan penonton dengan membagikan Nasi Kotak seolah-olah ini bagian dari cerita.



Bersama Tokoh Utama Lakon "Perut Bicara"

Art’s Day Festival Makassar 2013 kali ini bisa dikatakan sukses, dengan tujuan utama memperkenalkan seni ke masyarakat Makassar. Sukses selalu untuk Sanggar Merah Putih yang sedang berulang tahun semoga panjang umur dan konsisten melakukan pertunjukkan seni.





Komentar

Postingan Populer