Jumat, 03 Januari 2014

Toraja International Festival 2013



Come celebrate...!!!  The Living Megalithic Culture in Toraja.
 
Stage Toraja International Festival  2013

Saat budaya kearifan lokal bergabung dengan budaya daerah luar membentuk suatu pertunjukan yang spektakuler dalam Toraja Internatinal Festival. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuat suatu gebrakan terhadap destinasi-destinasi wisata di Pulau Sulawesi melalui Festival Internasional Toraja atau Toraja International Festival (TIF) 2013. Event berskala internasional ini diselenggarakan tanggal 28 – 30 Desember 2013 dan dipusatkan di Toraja, Sulawesi Selatan. Pembukaan Toraja International Festival diselenggarakan di Desa Kete Kesu, Ratepao, Toraja Utara. Desa Kete Kesu merupakan desa tertua di Toraja  yang disulap menjadi desa wisata merupakan tempat yang pas untuk pembukaan Toraja Internaional Festival kali ini.

Tari Pagelu membuka TIF 2013

Menurut Direktur TIF 2013, Franky Raden mengatakan festival semacam ini baru kali pertama diselenggarakan di Toraja. Toraja International Festival berurutan dengan event tahunan Toraja, Lovely December. Perbedaan yang mencolok dari dua event ini adalah Lovely December mengangkat budaya keseharian masyarakat Toraja, mulai dari lomba rakit tradisional (lembang), pentas suling todolo, tangkap ikan (mabale), lomba sastra lisan (To ma’parapa’), pagelaran pakaian adat Rambu Tuka, dan Natal Oikumene. Lain halnya Toraja International Festival lebih kepada pertunjukan seni daerah mulai dari tarian, musik, kerajinan tradisional dan kuliner Toraja dan yang paling istimewa diadakannya world music camp, dimana musisi dunia akan tinggal bersama di Bukit Getengan, Makale, Tana Toraja dan bermain music bersama. Untuk lebih jelasnya tentang runtutan acara Toraja International Festival, berikut rundown acaranya:

-          Pertunjukan 28 Desember 2013 Lokasi, Kete Kesu, Rantepao, Toraja Utara
Pukul 17.00 s.d. pukul 21.00 WITA
1.       Pembukaan Tari Pegelu’
2.       Manembong (Torajan Male Chanting)
3.       Toraja Choir
4.       Aigul Elkenbayewa (Kazakstan)
5.       Indonesian Nation Orchestra
-          Pertunjukan 29 Desember 2013 Lokasi, Bukit Getengan, Makake, Tana Toraja
1.       Olahraga Tradisional, silungkun
2.       Workshop Musik oleh Anello Capuano
3.       Workshop chikung oleh Hendra Lawadi
4.       Screening film documenter budaya
5.       Pertunjukan Tari Madero (Palu)
6.       Kolintang Duo (Manado)
7.       Debu (USA/Jabar)
8.       Basri sila & Batara Gowa ( Makassar)
9.       Tarian Saleum (Aceh)
10.   Supa Kalulu ( Zimbabwe)
-          Pertunjukan 30 Desember 2013 Lokasi, Bukit Getengan, Makale, Tana Toraja
1.       Workshop musik kolosal asal Indonesia seperti Tari Kecak, rebana betawi oleh
          I Nyoman Windha dan Alfian
2.       Tarian Sarong
3.       Vieux Cissokho (Senegal)
4.       Orchid House Orchestra (Italy)
5.       Jeannete Lambret (Canada)
6.       Gilles Saissi (France)
7.       Indonesian Nation Orchestra (Indonesia)


 
Program List TIF 2013

Toraja International Festival dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. Acara pembukaan itu juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar dan gubernur Sulsel Syahril Yasin Limpo. Atraksi yang menarik dilakukan oleh Mari Elka Pangestu saat membuka TIF 2013, beliau menarikan Tari Pagelu’ (Tari toraja) menari di atas gendang diiringi musik tradisional. 

 
Para wartawan mengabadikan penari Pagelu

Tari Pagelu’ atau disebut juga Gellu Pangala merupakan tarian penyambutan tamu kehormatan. Zaman dahulu tari ini digunakan untuk menyambut para pejuang yang pulang dari medan perang. Penarinya terdiri dari gadis-gadis remaja, berbaju putih dengan hiasan keemasan mulai dari kepala hingga sarung yang menutupi tubuh. Memakai kalung manik-manik yang teranyam indah dan memakai parang di bagian depan. Gerakan tangannya seperti burung yang sementara terbang dengan tenangnya dan gerakan kaki yang menggambarkan perjalanan naik turun lembahdan bukit yang melukiskan keadaan alam toraja. Genderang dan bunyi-bunyian yang mengikuti tarian ini bernada tinggi arkais membahana di Kete Kesu saat TIF 2013. Penari Pagelu’ beraktrasi dengan menari di atas gendang, hal ini tentu saja tidak mudah karena penari harus menjaga keseimbangan sekaligus menyamakan dengan alunan musik. 

 
Aigul Elkenbayeva memainkan Dombra


Setelah acara pembukaan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, acara TIF 2013 dilanjutkan dengan penampilan Aigul Elkenbayeva dari Kazakstan. Pertunjukan musik Kazakstan oleh Aigul Elkenbayeva dengan memainkan Dombra. Dombra adalah alat musik tradisional Kazakstan berbentuk seperti kecapi memainkannya dengan cara dipetik. Senar Dombra terbuat dari nylon biasanya dimainkan secara solo maupun berkelompok. Penampilan memukau dari Aigul Elkenbayeva berhasil menarik perhatian penonton, sekaligus memperkenalkan alat music tradisional Kazakstan.


 
Pertunjukan Passuling To'dolo
 
Anak-anak kecil berjalan beriringan membawa alat musik bambu. Pasuling to’dolo berhasil memukau penonton dengan harmonisasi suara yang dihasilkan dari alat musik bambu ini. Pasuling to’dolo adalah alat musik tradisional Toraja yang terbuat dari bambu dan dimainkan oleh anak-anak Toraja. Bentuknya ada yang seperti angklung tapi cara memainkannya dengan ditiup.

 
Toraja Choir beraksi di TIF 2013


Tidak berhenti disitu, tuan rumah Toraja menampilkan Toraja Choir dengan jumlah anggota 28 orang yang semuanya penduduk asli Toraja. Mereka membawakan Indeko lagu Toraja yang dipopulerkan oleh Harry Mantong dalam albumnya ‘A tribute to Toraya’. Tak hanya menyanyikan lagu Indeko, Toraja Choir juga mempertunjukan tinumbuk lesung yang sering dilakukan saat upacar Rambu Solo dan penerimaan tamu. Tarian pagelu, menari di atas gendang juga dipertunjukan oleh Toraja Choir, sebuah pertunjukan yang lengkap tak hanya paduan suara, melainkan tari, adat dan musik, terinagurasi menjadi satu. 
 
Manimbong (Torajan Male Chanting)

Acara Pembukaan TIF 2013 dimeriahkan juga oleh sekumpulan pria berpakain adat Toraja yang tiba-tiba muncul dari arah penonton merapalkan mantra-mantra kuno Toraja. Tarian Manimbong biasanya ditampilkan saat upacara perayaan di Toraja. Sebenarnya tidak hanya manimbong saja yang ditampilkan saat upacara perayaan melainkan tari Ma’dandan juga selalu ikut memeriahkan upacara perayaan, hanya saja tari Ma’dandan ditarikan oleh perempuan. Penari Manimbong membawa parang,  la’bo ‘ pinai dan semacam tameng bermotif toraja. Mereka menari di depan penonton hanya diringi nyanyian berbahasa Toraja.


 
Indonesian Nation Orchestra


Penampilan Manimbong dilanjutkan oleh gending dari gadis Bali nan cantik memainkan matanya (nyledet’) sambil memainkan gamelan. Pertunjukan tersebut merupakan rangkaian dari penampilan Indonesian Nation Orchestra, sebuah orchestra yang dibentuk oleh Franky Raden. Franky Raden menggabungkan berbagai alat music tradisional di Indonesia, kolintang, gamelan bali, alat musik bambu, kecapi, suling to’dolo semua berpadu apik dalam musik. 
 
Gending Bali membuka INO photo credit: Rossa

Penampilan pertama Franky raden menggandeng gadis bali yang memainkan gamelan dengan cantiknya, sedangkan penampilan kedua beliau menggandeng gadis Toraja yang bernyanyi dengan tambahan Toraja Choir membuat semakin megah penampilan Indonesian Nation Orchestra (INO).




 
Photo Credit : Bang Angki
Toraja International Festival kali ini benar-benar dipersiapkan dengan matang. Target wisatawan mancanegara banyak ditarik melalui event ini. Sebanyak 7 negara yang berpartisipasi dalam TIF 2013, semua menampilkan kebudayaan tradisional mereka. Tak hanya wisatawan mancanegara, wisatawan domestic dari berbagai daerah berkumpul merayakan akhir tahun di Toraja melalui event Toraja International Festival2013, sebuah gebrakan yang tak terduga dari Kemenparekraf, untuk memajukan destinasi wisata di Sulawesi Selatan.





 Nb: Maaf apabila terjadi kesalahan penulisan istilah

Untuk tahu serunya  acara pembukaan Toraja International Festival, bisa dilihat di



Author: Repyssa



8 comments:

Gustian mengatakan...

kerend toraja..

kunjungi juga : http://bloggustian.blogspot.com/2014/01/1000-tempat-yang-harus-dikunjungi.html

@zackyGHAASALI mengatakan...

damn... padahal waktu itu gue mau berangkat kesana, tapi gara2 gak dapat izin nyokap jadi kagak jadi. Gue aja yang asli SulSel belum pernah kesana -,-"

Zippy mengatakan...

Wah, jadi pengen main ke Toraja ni :D
Indonesia emang indah banget ya tempat2nya :)
Eh, kalo dari Makassar ke Toraja gitu lama gak sih? :D

REPYSSA mengatakan...

@ zippy makassar ke toraja sekitar 8-10 jam perjalanan darat bro

vouche pendidikan mengatakan...

tidak perlu keluar negri untuk melihat tempat yang indah di negri kita sendiri masih banyak tempat tempat yang indah. buktinya toraja menyediakan tempat yang indah kan

waldus gtr mengatakan...

Iyo, Memang di Toraja banyak tmpat" yang indah.. Apalagi di Tmpat wisatanya

Anonim mengatakan...

di screen nya ada yg melukis, melukis apa ya? dijual tdk ya lukisannya.. ?
Di TIF ada pameran lukisan atau foto?

resep kuliner mengatakan...

aku belum pernah ke toraja , seindah apa ya