Selasa, 15 April 2014

Galeri Indonesia Kaya: Simfoni Sumatra by OSUI Mahawaditra




 
Galeri Indonesia Kaya Credit Photo: GIK
Bakti Budaya Djarum Foundation mencoba mengangkat budaya bangsa yang mulai tenggelam di tengah budaya modern di era kini. Melalui Galeri Indonesia Kaya yang didirikan di East Mall Lantai 8 Grand Indonesia bulan Oktober 2013 lalu, Djarum Foundation mencoba memadukan teknologi modern dengan sentuhan budaya Indonesia yang sangat kaya. 


Terlihat dari pintu masuk Galeri Indonesia Kaya, dengan desain futuristik dan dilengkapi dengan layar multimedia yang menampilan pemuda-pemudi daerah menyapa selamat datang dengan bahasa masing-masing daerah kepada setiap pengunjung. 

Pintu Masuk Galeri Indonesia Kaya Photo Credit: GIK

Tidak berhenti disitu, Galeri Indonesia Kaya juga menyediakan selaras pakaian adat, buat yang ingin narsis sekaligus mengenal budaya adat. Melalui selaras pakaian adat , pengunjung dapat mencoba pakaian adat secara digital dan mengunggahnya ke account social media mereka. Banyak fasilitas yang disediakan oleh Galeri Indonesia Kaya diantaranya 

  •  Layar Telaah Budaya, teknologi layar sentuh, cukup dengan meletakkan kartu dengan objek budaya yang diinginkan, maka informasi dapat tampil di layar.

  • Ceria Anak Indonesia, pengunjung dapat menikmati permainan jaman dulu, congklak, secara virtual persis seperti aslinya.

  • Jelajah Indonesia, pengunjung akan dimanjakan dengan info geografis tentang seluruh wilayah di Indonesia hanya dengan berdiri di layar besar dan sensor gerak akan memindai gerakan tubuh kita menuju daerah yang diinginkan.

  • Melodi Alun daerah, dengan media touchscreen pengunjung dapat menikmati musik-musik daerah sekaligus mengarasemennya sendiri.

  • Auditorium, dengan kapasitas 150 orang, Galeri Indonesia Kaya menyediakan  ruang pertunjukan untuk tari, musik, teater dengan fasilitas suara yang memukau. Saat auditorium tidak digunakan, pengunjung dapat masuk dan menari tarian daerah secara fantasi yang dikemas secara virtual.
Multimedia Selaras Pakaian Adat Photo Credit : GIK



Begitu banyak fasilitas modern yang berbalut budaya asli Indonesia yang tersedia di Galeri Indonesia Kaya. Totalitas Galeri Indonesia Kaya juga ditunjukkan dengan mengadakan pertunjukkan budaya-budaya hasil anak bangsa setiap bulannya. Di bulan april ini ada banyak pertunjukkan yang digelar diantaranya : Nyayian Puisi "Dendang Sajak Penyair Minang" oleh Jodhy Yudhono (BO), Lidah Basilek, Piriang Badantiang oleh Tom Ibnur (SU), Diskusi Buku Siti Nurbaya dan Hakikat Perempuan (R), Pecha Kucha Jakarta Vol. 17: Museum, Magnified (BO), Dramatique Reading : Cut Nyak Dien oleh Sha Ine Febriyanti (BO), Gubahan Nusantara-Sumatera, Road to Classic Meet Jazz oleh Artidewi&Angela J. feat. Tohpati (SU), Simfoni Sumatera oleh OSUI Mahawaditra (SU), Screening Film Sokola Rimba oleh Miles Film (SU), dan banyak lagi.

OSUI Mahawaditra tampil di GIK

Simfoni Sumatra, tema yang diambil Orkes Simfoni Universitas Indonesia (OSUI) Mahawaditra, yang tampil memukau di Auditorium Galeri Indonesia Kaya  Sabtu, 12 April 2014. OSUI Mahawaditra didirikan tanggal 11 Juni 1983 sebagai unit kegiatan mahasiswa dibawah Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia. OSUI Mahawaditra merupakan orchestra mahasiswa pertama di Indonesia dengan instrument musik terlengkap dan anggotanya terdiri dari mahasiswa-mahasiswa diluar jurusan sekolah seni. Pemain dalam orchestra ini dibagi atas beberapa kelompok besar, antara lain : string section (kelompok alat musik gesek), wind section (alat tiup kayu), brass section (alat tiup logam), serta perkusi. 

Conductor Michael Budiman  memimpin OSUI Mahawaditra

OSUI Mahawaditra sudah tiga dekade berkomitmen memainkan musik-musik orchestra dengan personil mahasiswa-mahasiswa UI. Pada kesempatan kali ini, OSUI Mahawaditra membawakan tema Simfoni Sumatra dalam pementasan di Galeri Indonesia Kaya. Dengan conductor Michael Budiman Mulyadi dan Laurensius Rendy, OSUI Mahwaditra membawakan 8 komposisi lagu dengan total durasi sekitar 60 menit. Konsep orchestra dalam pengemasan lagu-lagu daerah Sumatra tersaji apik dalam Medley Lagu Sumatra dengan Arranger Irwan Bhakti. 


 
Varia Ibukota dibawakan oleh OSUI Mahawaditra

Menyeberang ke pulau jawa, OSUI Mahawaditra membawakan varia ibukota, nuansa musik-musik khas betawi tersaji dengan arranger mochtar embut. Varia ibukota pernah dimainkan juga saat konser dekade dengan tema From Time to Time bulan September 2013 lalu. Musik-musik riang di Varia Ibukota mampu menghibur penonton.

Medley Lagu Sumatra oleh OSUI Mahawaditra

Engklek, permaianan tradisional Indonesia lagu-lagunya dibawakan oleh OSUI Mahawaditra dengan menggabungkan alat musik angklung, tampilan yang sangat Indonesia. Engklek sendiri merupakan permainan zaman dahulu yang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda, dulu dikenal dengan nama ‘Zondag Maandag’ yang merupakan bahasa Belanda. Permainan tradisional engklek sebenarnya juga memiliki makna filosofis. Permainan tradisional engklek bisa diartikan sebagai simbol dari usaha manusia untuk membangun tempat tinggalnya atau rumahnya. Selain itu permainan tradisional engklek juga memiliki filosofi sebagai simbol usaha manusia untuk mencapai kekuasaan. Namun dalam pencapaian usaha itu tentu saja manusia tidak bisa sembarangan dengan menabrak semua tata aturan yang telah ada. Namun selalu tetap berusaha selaras dengan aturan yang telah dibuat. Fero Aldiansya Stefanus berhasil mengarasemen lagu engklek menjadi kemasan erchestra yang megah.

Angklung turut serta meramaikan engklek Simfoni Sumatra

Berikutnya, lagu-lagu daerah Jawa Barat dimainkan dibawah pimpinan Laurensius Rendy, dengan lagu pertama medley Es Lilin dan Warung Pojok hasil arransemen dari Cheppy Soemirat. Suara suling mendominasi bertujuan memperlihatkan suara Sunda yang khas. Manuk dadali ikut menghiasi penampilan OSUI Mahawaditra, dengan arransemen dari Nila Fajar Purnama. Bertemakan Simfoni Sumatra, lagu penutup Lisoi lagu daerah batak yang rancak riang rame dan riuh, menggambarkan nuansa riuh di Lapo Lapo Batak. Teriakan lisoi datang dari pemain orchestra menambah riuh penampilan OSUI Mahawaditra.

Photo Credit : Jeni Siregar
Pertunjukan simfoni Sumatra benar-benar memukau banyak penonton Galeri Indonesia Kaya. Penanaman budaya bangsa dilakukan dengan banyak cara, musik, teknologi, film, puisi, teater dan cara ini berhasil diterapkan oleh Galeri Indonesia Kaya. Banyak anak muda yang menyaksikan dan berkunjung ke Galeri Indonesi Kaya, tidak hanya untuk sekedar berkunjung dan melihat penampilan-penampilan seni daerah tetapi berusaha untuk mempelajari filosofi filosofi dibalik kesenian tersebut.  









Untuk yang penasaran dan ingin tahu secara lebih tentang Galeri Indonesia Kaya berikut acara acra yabg digelar , bisa masuk ke official websitenya di http://www.indonesiakaya.com/galeri-indonesia-kaya ,

Dan untuk yang ingin penampilan mereka dalam konser Simfoni Suatra, berikut video cuplikan konser yang saya buat 

Selamat bergabung memajukan budaya Indonesia yang Kaya di Galeri Indonesia Kaya.


Author, Repyssa
Photo Credit : Jeni Siregar



 

6 comments:

Zippy mengatakan...

Keren kayaknya acaranya :D
Apalagi musiknya orchestra gitu.
Paling suka deh :D

REPYSSA mengatakan...

yup bro, mantap acaranya, lu kalo e jakarta mampir ke Galeri Indonesia Kaya coba di east mall Grand Indonesia

Nadilah mengatakan...

Hai kak, saya dari OSUI Mahawaditra, terima kasih untuk tulisannya ya. Semoga kita bisa ketemu lagi di lain kesempatan.

Rae Hutapea mengatakan...

Hai kak.. Makasih atas ulasannya tentang kami (OSUI Mahawaditra) di Galeri Indonesia Kaya. Ada ralat utk penamaan conductor, namanya Laurensius Rendy, bukan Rendict. Hehe... Semoga bisa bertemu lagi di lain kesempatan

Hesti Katarina mengatakan...

Halo kaak, terima kasih banyak sudah datang dan menikmati pertunjukannya :D terima kasih juga atas video, ulasan, dan apresiasinya :D
Namun mohon maaf, masih diperlukan revisi yaitu nama associate conductor kami adalah Laurentius Rendy, dan pada video ada lagu varia ibukota adalah aransemen dari Mochtar Embut, bukan kak Irwan :D terima kasih banyaak

REPYSSA mengatakan...

nadilah, rae dan hesti

wah terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, maaaf atas kekeliruannya, terima kasih ya koreksinya