Jumat, 29 Agustus 2014

Ullen Sentalu, dimana Seni Budaya Jawa dan Alam menyatu.


Gerbang masuk museum
Berbeda dengan museum-musem yang lainnya. Museum Ullen Sentalu mengambil konsep belajar seni budaya jawa dalam kesejukan alam Kaliurang. Terletak di daerah pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman, Museum Ullen sentalu menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram yang semula berupa kerajaan hindu. Seiring dengan perjalanan  budaya masuknya agama Islam, Kerajaan Mataram kemudian pecah menjadi 4 dinasti, Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman. Selain menampilkan silsilah kerajaan Mataram, Museum Ullen Sentalu juga menampilkan koleksi bermacam-macam batik yang digunakan oleh para bangsawan.

loket tiket museum ullen sentalu


Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa jawa “Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku” yang artinya “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filosofi ini diambli dari lampu untuk pertunjukan wayang yang disebut blencong, yang selalu bergerak dan menerangi perjalanan hidup kita. 




Museum ini merupakan milik swasta atau didirikan oleh bangsawan Yogyakarta yaitu Keluarga Haryono.  Museum Ulen Sentalu menyajikan pengetahuan tentang seni dan budaya Jawa dengan cara yang berbeda. Ruang selamat datang dipenuhi oleh unsur kayu, batu dan dilindungi oleh pohon yang menjalar asri. Di gerbang pintu masuk terdapat Arca Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi kesuburan dan terdapat tanda peringatan “dilarang mengambil gambar dan makan selama tour di dalam museum”. Setelah masuk ke museum, kita akan disuguhi pemandangan hutan dengan pepohonan lebat, serasa berada di dunia lain dengan iringan gamelan jawa mengalun selaras dengan suasana sejuk yang diciptakan menyerupai hutan. 




pohon melintang menghiasi ullen sentalu
Museum Ulen Sentalu terdiri dari 3 macam area, Goa Selo Giri, Kampung Kambang, dan  Area Arca. Masing-masing area mempunyai cerita dan karakteristik tersendiri.  Seni dan Budaya Jawa kita akan semakin bertambah dengan kita mengikuti tour ini. Perjalanan pertama kita akan diajak oleh pemandu museum untuk turun ke bawah lorong batu, sebuah ruangan yang dibuat dibuat dari batu dan rendah bernama Goa Selo Giri. Mengapa dibuat rendah? Hal ini disengaja mengambil falsafah Jawa bahwa adat Jawa saat bertamu ke rumah orang lain harus menunduk yang berarti menghormati tuan rumah. 


Di Goa Selo Giri ini, pemandu tour akan mengajak kita ke ruangan gamelan yang lengkap disertai lukisan-lukisan penari yang cantik. Pengetahuan kita akan budaya jawa akan  bertambah kaya dengan penjelasan pemandu tour ulen sentalu ini, mulai dari penjelasan gamelan yang harus dimainkan bersama, sejarah tari serimpi, dan di ruangan ini terdapat koleksi-koleksi foto dan lukisan yang berjejer rapi di lorong Goa Selo Giro. Lukisan dan foto ini menceritakan kisah kehidupan para tokoh bangsawan dan manggalo yudo. Kita akan berdecak kagum dengan penjelasan sejarah tokoh-tokoh kerajaan pecahan Mataram ini, mulai dari Gusti Nurul yang cantik jelita, yang konon hanya latihan berkuda saja bias ratusan orang  satu lapangan bola yang menontonnya. Kemudian  Sinuwun Boby, yang sangat mengidolakan ibundanya Ibu Ageng sehingga mengangkatnya menjadi penasihat kerajaan dan selalu mendampingi beliau dalam setiap pertemuan kerajaan-kerajaan di luar negeri.


Area Arca Ullen sentalu
Ibu Ageng sangat pandai berbagai macam bahasa asing  dan piawai dalam memainkan piano. Kalau di Kerajaan Inggris, lambang kekuasaan Ratu adalah Mahkota, maka lambang kekuasan Ibu Ageng adalah kunci gembyok, yang selalu dibawa kemana-mana. Kunci Gembyok berupa untaian berbagai kunci yang disambung dengan satu saputangan. Kunci-kunci ini dapat membuka ruang harta, kaputren dan sebagainya. Maka dari itu kunci ini tidak dapat dipegang orang lain selain Ibu Ageng. Banyak cerita serba-serbi kerajaan yang akan dijelaskan oleh pemandu tour Ullen Sentalu yang tadinya belajar sejarahnya sangat membosankan, tapi begitu masuk museum ini kita akan semakin penasaran dengan kehidupan Kerajaan Mataram. 



Menyusuri area selanjutnya kita akan dibawa ke ruangan yang memang dibangun diatas air, Kampung Kambang. Area kedua ini berisi koleksi batik Jogja dan Solo. Terdapat perbedaan besar antara motif batik jogja dan batik solo, Mau tahu bedanya? Pemandu Ullen Sentalu dengan detil menjelaskan mulai dari warna, motif dan filosofi dibalik motif tersebut. Ada motif ceplok madu, ceplok peti kerno, parang kesumo, tirto tirjo yang setiap motif mempunyai falsafah masing-masing sehingga dalam pemakaiannya tidak boleh sembarangan. Saat jaman Hamengkubuwono IX, beliau melakukan reformasi budaya, motif batik-batik yang dulunya hanya boleh dipakai oleh bangsawan kerajaan, kini sudah dapat dipakai oleh orang biasa. Hanya ada satu motif batik yang hanya boleh dipakai keluarga kerajaan, Parang Barong.  Terdapat pula ruangan khusus juga yang menampilkan koleksi Pakubuwono X dan Ratu Mas yang terkenal menjadi Raja Terkaya senusantara. 




Arca-arca dewa mengelilingi taman ullen sentalu



Masih dalam area Kampung Kambang Ruangan berikutnya ada ruang syair Tineke, nah diruangan ini berisi kumpulan syair-syair yang ditulis untuk Tineke, adik dari Sinuwun Bobby. Konon Tineke ini patah hati karena kekasih idamannya ditolak oleh ibundanya. Untuk menghibur lara hari Tineke, maka ditulislah syair-syair dalam bahasa Belanda dan Bahasa Indonesia yang berasal dari sahabat, paman dan saudara-saudara Gusti TIneke. Dalam area kedua juga terdapat ruangan yang menyimpan koleksi barang-barang Gusti Nurul Koesemawardhani yang dikenal cantik jelita sehingga ruangan ini diberi nama Ruang Putri Dambaan.  Gusti Nurul merupakan seorang putri cantik yang hobi berkuda dan memiliki prinsip yang tegas untuk menolak sistem poligami. Pernah dilamar oleh Presiden Soekarno , tetapi ditolak karena prinsipnya yang teguh atas poligami. 


Tour Museum Ulen Sentalu, kita tidak hanya diajak melihat-melihat  seni dan budaya Jawa, selain itu kita juga akan diajak menikmati Jamu Kanjeng Ratu Mas, istri dari Pakubuwono IX, ditengah tour-tour .


unsur eropa tampak pada bangunan di area arca ullen sentalu




Kemudian kita akan diajak ke area ketiga, area arca yang menampilkan arca-arca dewa syiwa, ganesha, dewi sri, dewi durga dan sebagainya yang berbaris rapi mengelilingi di taman Ulen Sentalu. Museum Ulen Sentalu menggabungkan konsep bangunan kuno jawa dengan eropa. Dalam Area ketiga  terdapat pula bangunan bergaya eropa yang didalamnya berisi koleksi perlengkapan pernikahan jawa dan lukisan-lukisan yang indah pengantin jawa. Terdapat juga lukisan penari yang sedang menarikan Tari Bedoyo Ketawang, tarian ini ditarikan oleh 9 orang gadis dan disarankan untuk berpuasa sebelum menarikan tarian ini karena durasi yang lama sekitar 2 jam. Tari Bedoyo Ketawang ditarikan saat penobatan raja, dan konon katanya aka nda perwujudan Kanjeng Ratu Kidul menjadi sosok penari kesepuluh.
 
Area foto Ullen Sentalu, di depan replika relief Borobudur


Di akhir tour, terdapat area foto yang memang dikhususkan untuk para wisatawan yang ingin mengambil foto area Ulen Sentalu, karena selama tour dilarang mengambil gambar. Di area foto terdapat replika relief Candi Borobudur, yang dipasang miring yang mengambarkan keprihatinan pihak Museum Ulen Sentalu akan melemahnya minta kawula muda akan seni dan budaya jawa. Melalui museum Ulen Sentalu keluarga Haryono, mengajak wisatawan untuk belajar seni dan budaya Jawa dengan nuansa yang berbeda, dalam sejuknya Kaliurang dan rindangnya pepohonan yang dikonsepkan seperti hutan.


 
alam dan seni budaya jawa menyatu

Penataan ruangan Museum Ulen Sentalu yang beliku-liku sesuai dengan perjalanan manusia yang berliku-liku dan landscape museum ini sangat menarik. Bangunannya didominasi oleh material batu dan tidak hanya bergaya jawa, tetapi ada juga ada campuran arsitektur modern serta colonial ditata apik di berbagai penjuru area museum. Museum Ulen Sentalu juga dilengkapi took souvenir dan restoran Baukenhof. Jadi tidak ada ruginya berkunjung ke museum ulen sentalu, otak kita langsung serasa di upgrade dengan pengetahuan seni dan budaya jawa dengan nuansa yang fun dan sejuk kaliurang. Pemandu wisatanya juga ramah dan pandai berkomunikasi dengan wisatawan. 





pintu keluar ullen sentalu, masih berbalut nuansa hutan




Untuk mengujungi Museum Ulen Sentalu yang berlokasi di daerah Kaliurang, (dekat dengan gardu pandang merapi kaliurang) bisa dilakukan di jadwal:

tiket masuk ullen sentalu







  • Selasa-Minggu pukul 08.30-16.00 (permintaan tour dilayani 30 menit sebelum tutup)
  • Harga Tiket : pengunjung lokal dewasa Rp30.000 dan anak-anak (5-16) Rp15.000
Alamat  website : www.ulensentalu.com (telpon +62 274 895161)      



 
Jadi tunggu apalagi, kalo mau upgrade otak dengan pengetahuan seni budaya jawa dan nuansa berbalut alam sejuk kaliuranmg, pilihan liburan ullen sentalu menjadi hal yang wajib didatangi.
Repyssa A
 

2 comments:

fahmi anhar mengatakan...

kata teman2, ullen sentalu debess lah. dan aku blm kesampaian mampir sini. thanks 4 sharing Re

REPYSSA mengatakan...

iya bagus museum ullen sentalu mengedukasi dengan cara tersendiri, iya sama2 bang