Banyuwangi, Sebuah Perjalanan Mensyukuri Nikmat Illahi -Taman Nasional Baluran-



The Sunrise of Java, julukan yang diberikan kepada Kabupaten Banyuwangi sebagai tempat pertama di Pulau Jawa yang merasakan cahaya matahari. Banyuwangi menyimpan berbagai keindahan ciptaan Illahi. Kita akan lebih mensyukuri sesuatu saat kita benar-benar menikmati langsung dengan mata kepala sendiri. Dengan waktu tiga hari kami melakukan sebuah perjalanan ke Banyuwangi untuk mencoba mensyukuri nikmat Illahi dalam balutan keindahan alam.
 
Taman Nasional Baluran
  
 
Baluran sebagai tempat pertama yang kami jelajahi. Taman Nasional Baluran merupakan salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo (sebelah Utara Banyuwangi). Taman Nasional Baluran sebagai salah satu kawasan konservasi yang di dalamnya memiliki berbagai macam flora dan fauna. Taman Nasional Baluran memiliki beberapa objek dan daya tarik wisata alam yang cukup beragam. Kombinasi daya tarik ekosistem laut, pegunungan, savana, dan keberanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan menjadi satu dalam Taman Nasional Baluran. 

   
 
Rute Menuju Padang Savana Bekol

Taman Nasional ini merupakan destinasi yang berbeda dari taman nasional lainnya. Hamparan savanna terluas di Indonesia dapat di temukan di sini. Hutan kering, vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pegunungan, hutan rawa, dan hutan yang selalu hijau sepanjang musim (evergreen) menjadi habitat bagi berbagai macam hewan di Taman Nasional Baluran ini. 



 
Evergreen, Hutan Hijau yang tumbuh sepanjang musim




Bagi penggemar fotografi yang ingin hunting foto di Baluran, disarankan dating ke sini pada musim kemarau bulan juli-september. Pada musim kemarau air di hutan kering, rumput bewarna kuning, pohon-pohon meranggas, menjadi pemandangan layaknya di savanna Afrika. Saat musim kering ini, rusa, banteng, dan ayam hutan, monyet yang berada dalam hutan akan keluar menuju savana. Air dan kubangan disediakan di Savana Bekol untuk berkubang binatang mengurangi hawa panas kemarau. 

     
Musim Kemarau di Taman Nasional Baluran
  

Taman Nasional Baluran dapat dicapai dari pusat Banyuwangi dengan waktu tempuh 1.5 jam menuju pos perijinan Taman Nasional Baluran. Di pos perijinan Taman Nasional Baluran ini terdapat petugas yang akan menanyakan tujuan berkunjung. Taman Nasional Baluran terdiri dari beberapa wilayah dengan vegetasi yang berbeda-beda. Setelah mendapatkan ijin berkunjung kami masuk ke kawasan Taman Nasional. Jalan terjal dan bergelombang sepanjang 12 km harus kami lewati untuk mencapai padang savanna Bekol. Dalam perjalanan menuju padang Savana Bekol, di kanan dan kiri kami terdapat pohon-pohon yang kering dan meranggas, aliran sungai yang biasanya terisi air kini mongering, debu kemarau berterbangan. Terdapat beberapa tempat yang memang rawan bahaya kebakaran apabila musim kemarau datang.




 
Pos Penjagaan Gardu Pandang Bekol

Gunung Baluran dilihat dari savana Bekol

      
Nama Taman Nasional Baluran diambil dari Gunung Baluran yang berada di dekat taman tersebut. Perjalanan menuju Padang Savana Bekol tidak akan membosankan karena di sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan-pemandangan yang mengejutkan. Seperti pemandangan yang benar-benar bertolak belakang dengan keadaan kering sekelilingnya, kami sampai di wilayah dimana pohon dan rumput tetap segar bewarna hijau tidak meranggas, wilayah ini dinamakan Evergreen, hutan hijau yang akan selalu tumbuh di segala musim. Selang berapa lama kami akhirnya sampai di Padang Savana Bekol yang berjarak 12 km dari pos perijinan tadi. Dengan berlatar Gunung Baluran dan hamparan padang rumput yang mengering membuat eksotisme Taman Nasional Baluran semakin terasa.  Kami sampai pada gardu pandang pos Bekol yang sering digunakan untuk mengamati satwa di Taman Nasional Baluran ini. Dari atas gardu pandang terlihat kerbau, banteng, dan rusa yang mendekati kubangan mencari sumber air saat musim kemarau di taman nasional Baluran. 




Jalur Menuju Gardu Pandang Bekol

Gardu Pandang Bekol tempat mengamati hewan di Taman Nasional Baluran


   

Perjalanan di Taman Nasional Baluran tidak berhenti di Bekol, 3 km dari Bekol kami menemukan Pantai Bama. Pemandangan penuh monyet di bibir pantai akan ditemui di sni. Musim kemarau memaksa para monyet untuk keluar dari hutan dan migrasi menuju bibir pantai.  Pantai Bama merupakan wisata bahari dari Taman Nasional Baluran, memancing, beach walking, bird watching, pantai mangrove dan mata air alami ada di Pantai Bama ini
 
Pantai Bama
Kalitopo bagian dari Pantai Bama terdiri dari batu-batu besar di pinggir pantai sering dijadikan tempat untuk memancing, hati-hati dengan barang bawaan anda apabila akan bersantai di Kalitopo. Monyet-monyet nan usil akan mengincar barang bawaan anda.


Pantai Kalitopo, sering digunakan tempat untuk memancing

Manting dan lekor, masih terdapat di Pantai Bama. Manting merupakan mata air alami yang berada di dalam hutan Baluran dan setiap syawal masyarakat sekitar sering datang ke mata air ini. Sedangkan lekor merupakan kumpulan pohon-pohon bakau yang berada di tengah laut apabila kita lihat dari dalam hutan. Kedua objek ini akan ditemui apabila kita masuk ke kawasan bird watching. Burung rangkong yang paling banyak kami temui dalam kawasan Bird Watching ini.



 
Hutan Bird Watching 1

Hutan Bird Watching 2

Sumber Mata Air abadi Manting




Begitu banyak kekayaan alam yang dapat dinikmati di Taman Nasional Baluran. Nikmati alamnya, jangan ambil apapun selain gambar, jangan tinggalkan apapun selain jejak.
ehm..... ini no caption aja,  


Lekor

Tips perjalanan ke Taman Nasional Baluran:

  • Datanglah ke Taman Nasional Baluran saat musim kemarau (juli-september) dimana pohon dan rumput akan meranggas, binatang akan keluar dari hutan menuju padang savanna.
  • Tidak perlu menginap di Baluran jika hanya ingin menikmati Baluran, semua objek dapat ditempuh dalam sehari apabila menggunakan kendaraan pribadi.
  • Jaga kelestarian alam, jangan membuang sampah sembarangan, jangan menyalakan api sembarangan, jangan memarkir mobil di padang savanna.
  • Bawa mobil yang tahan terhadap jalan terjal dan bergelombang, jalan menuju padang Savana Bekol belum begitu bagus.
  •  
    Author : Repyssa A.

Komentar

Rullah mengatakan…
Udah ada rencana kesini, tapi masih nunggu waktu luang :-D
PELAJAR SANTAI mengatakan…
ga bakal terasa cape, kalo pemandangannya indah begini
Mita Diah mengatakan…
Bagus banget gan artikelnya ... tempat wisata indonesia
Cindy Marleiska mengatakan…
NONTON ONLINE TERKINI

Nonton Online Terkini

NONTON ONLINE TERKINI

Postingan Populer