Punthuk Sukmojoyo, Mongkrong dan Pos Mati di Pagi Hari

 

Rumah Pohon Sukmojoyo

 Bukan, foto di atas bukan rumah pohon Kalibiru Kulon Progo Yogyakarta yang tersohor itu, tapi pemandangan foto di atas ada di Magelang.


Puncak Sukmojoyo
Bukan, foto di atas bukan Tebing Keraton yang terkenal di Bandung itu. Pemandangan foto di atas dapat ditemukan di Magelang.



 
Sunrise Sukmojoyo



Magelang kota kecil yang teletak di tengah Pulau Jawa yang dikelilingi lima gunung berapi dan 2 sungai besar membuat kota ini sejuk dan setiap orang yang tinggal di kota ini akan merasa damai. Panca Arga atau istilah lima gunung yang mengelilingi Magelang adalah Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Telomoyo dan Menoreh. Magelang merupakan satu-satu nya kota yang dikelilingi lima gunung dan yang menambah keunikan kota ini adalah terdapatnya Bukit Tidar di tengah Kota Magelang yang menjadi poros dari kelima gunung tersebut. Menurut Legenda, Magelang merupakan pakunya Pulau Jawa dengan adanya Bukit Tidar ini. Jika Bukit Tidar rusak, maka Pulau Jawa akan tenggelam. Tidak heran apabila di kota ini banyak pesona sunrise view karena keadaan geografis yang seperti ini.



Sekilas Sunrise Spot di Magelang

Sebutlah satu,  nirwana sunrise Punthuk Setumbu, dimana kita bisa melihat sunrise di tempat ini dengan background candi Borobudur yang seakan melayang di awan. Punthuk dalam bahasa Jawa berarti gundukan tanah. Punthuk Setumbu sudah terkenal di kalangan wisatawan mancanegara dan domestik. Akses dan fasilitas di tempat ini juga sudah dikelola dengan baik. Terletak di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Punthuk Setumbu saat hari libur ramai dikunjungi wisatawan.


 
Sunrise Setumbu
 

Magelang tidak berhenti di punthuk setumbu untuk melihat sunrise dengan background Borobudur. Pesona sunrise ditawarkan di tempat lain yang menjadi bekas patilasan perjuangan Pangeran Diponegoro. Tiga punthuk yang menjadi tempat beristirahatnya Pangeran Diponegoro saat berperang melawan Belanda. Sebutlah ketiga tempat beristirahat tersebut Puncak Mongkrong, Punthuk Sukmojoyo dan Pos Mati. Ketiga spot ini terdapat di Desa Giri Tengah, Kecamatan Borobudur, Magelang. Bagi wisatawan domestik maupun mancanegara mungkin ketiga spot ini belum terlalu terkenal, bahkan orang Magelang pun tidak semua tahu tentang keberadaan punthuk-punthuk ini untuk melihat sunrise
Puncak Mongkrong


Mongkrong, Punthuk Sukmojoyo dan Pos Mati berada di lereng Bukit Menoreh. Dari ketiga puncak ini kita dapat melihat pemandangan sunrise dengan ornamen gunung-gunung yang mengelilingi Magelang. Bonus dari semua itu yang tidak dapat ditemukan di tempat lain adalah pemandangan Candi Borobudur yang seakan melayang di lautan awan, yang sering disebut sebagai nirwana sunrise.

 
Nirwana Sunrise, Borobudur seakan melayang di awan


Berdasarkan dari ukuran ketinggian, tempat tertinggi adalah Puncak Mongkrong, kemudian Punthuk Sukomojoyo dan yang terakhir Pos Mati. Semua berada pada jalan yang searah di lereng Menoreh. Kondisi dari ketiga spot tersebut pun berbeda-beda. Namun, semuanya membutuhkan perjuangan untuk mencapai puncaknya, rata-rata tracking untuk mencapai puncaknya menghabiskan waktu tempuh sekitar 15-30 menit. Ketiga tempat tersebut juga belum memberlakukan sistem tiket wisata yang sudah diberlakukan di Punthuk Setumbu. Saat kita datang kesana kita hanya perlu menitipkan kendaraan pada masyarakat sekitar dan membayar ongkos parkir. Saat sampai di atas akan tersedia kotak amal yang dapat kita isi seikhlasnya.

 
Ujung Krethek Mongkrong


“Bade tindak nginggil mas?” sapaan ramah penduduk akan selalu kita temui saat kita tracking sampai atas. Ini salah satu saya suka bepergian ke alam dan bertemu masyarakat lokal. Kearifan, keramahan, dan suka bercerita yang akan selalu dirindukan di masing-masing tempat.
Mbah-mbah yang ramah ke pendatang


Kilas Sejarah Mongkrong, Punthuk Sukmojoyo dan Pos Mati

Cerita tentang kilas sejarah tiga tempat ini juga saya dapatkan saat saya menitipkan motor di parkiran puncak Mongkrong. Saat perang melawan belanda, Pangeran Diponegoro melakukan perjalanan ke Magelang dari Yogyakarta melalui perbukitan Menoreh. Puncak Mongkrong merupakan tempat persinggahan Pangeran Diponegoro sebelum melanjutkan perjalanan. Punthuk Sukomojoyo pun menjadi tempat beristirahat Pangeran Diponegoro, menurut keterangan warga yang sudah menjadi cerita turun-menurun. 


Tugu Mongkrong



Pasukan Diponegoro saat beristirahat di Punthuk Sukomojoyo kekurangan air untuk perbekalan. Dengan segera Pangeran Diponegoro menancapkan tongkatnya dan Alhamdulillah berkat kuasa Allah, munculah sumber air dari tanah berdiameter sebesar tongkat. Sumber mata air ini sekarang menjadi tempat bernama Sendang Suruh, yang letaknya masih di Desa Giri Tengah. Setiap Sura dilakukan Festival Sendang Suruh untuk memperingati sejarah Pangeran Diponegoro, keterangan ini saya dapatkan dari mbah-mbah yang akan pergi ke sendang suruh untuk mandi.

 
Makam Kyai Muhammad Sholeh


Sejarah tentang ketiga tempat ini tidak berhenti di sini. Di puncak Punthuk Sukomojoyo, terdapat makam Kyai RM. Muhammad Soleh yang merupakan keturunan ke-14 dari Prabu Browijoyo V. Menurut sejarah Prabu Browijoyo V itu raja Majapahit yang memeluk agama Islam (mualaf). Prabu Browijoyo V ini juga merupakan moyang dari Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Mataram Islam Yogyakarta. Makam Kyai RM. Muhammad Soleh juga tidak dibuka untuk umum. Makam ini digunakan untuk wisata ziarah beretapatan dengan Festival Sendang Suruh saat Sura.


Silsilah Kyai Muhammad Sholeh
Sejarah tentang Pos Mati merupakan pemberhantian berikutnya Pangeran Diponegoro. Di Pos Mati, Pangeran Diponegoro melakukan pengintain gerak-gerik pasukan Belanda. Semua cerita sejarah di atas saya dapatkan ketika saya berbincang dengan penduduk sekitar, kemudian saya konfirmasikan dengan sumber internet. Lumayan menambah wawasan sejarah, liburan murah wawasan sejarah bertambah.


Kondisi Mongkrong, Punthuk Sukmojoyo dan Pos Mati

Kondisi Lahan Mongkrong
Mongkrong, untuk mencapai puncak ini disarankan tidak menggunakan sepeda motor automatic. Jalanan masih terjal curam dam menanjak. Karena berada di posisi paling tinggi, dari puncak Mongkrong kita dapat melihat Punthuk Sukomojoyo dan Pos Mati. Terdapat dua jalur tracking untuk mencapai puncak Mongkrong dari tempat parkir kendaraan. Track pertama kita melewati perkebunan penduduk, dan memang jalannya lebih landai. Track kedua kita langsung menuju puncak dengan rute yang menanjak dengan sengkedan tanah dan pegangan bambu di kiri dan kanan jalan. Di atas puncak terdapat satu rumah pohon dan dua krethek (jembatan dalam bahasa jawa) yang dibentuk seperti huruf V. Krethek ini merupakan best spot photo dengan background sunrise jika kita beruntung. Tugu patilasan juga terdapat di puncak Mongkrong yang dibangun warga sekitar untuk mengenang sejarah Pangeran Diponegoro.



 
Krethek berbentuk V d Mongkrong, bawahnya jurang


Punthuk Sukmojoyo lebih lengkap daripada Mongkrong. Di Punthuk Sukmojoyo ada beberapa wista yang ditawarkan seperti pada gambar di bawah:




Daftar Wisata Sukomojoyo

Rute tracking Punthuk Sukmojoyo hanya satu dan itu pun sangat menanjak. Disarankan sebelum tracking, dilakukan pemanasan dahulu meregangkan otot. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Setelah berkendara lama menuju parkir Sukmojoyo, maka aliran darah akan sedikit tidak lancar. Apabila dipaksakan tracking dengan medan berat yang ada bisa terjadi cidera.



 
Jalan Menuju Puncak Sukmojoyo


Saat tracking kita sudah dapat melihat punthuk Sukomojoyo dari kejauhan dengan pemandangan rumah pohonnya. Hal ini lah yang membuat semangat agar segera sampai puncak. Di Puncak Punthuk Sukmojoyo terdapat satu rumah pohon, satu krethek dan beberapa gubuk-gubuk buat beristirahat setelah perjalanan menanjak. Tidak usah khawatir haus dan kelaparan, di puncak Punthuk Sukmojoyo ada warung sederhana yang menyediakan minuman hangat dan camilan sederhana. “Ya lumayan mas, kalo sabtu minggu yang naik punthuk banyak, rejeki juga banyak,” sambil senyum ramah ibu-ibu penjaga warung.

 
Krethek Sukmojoyo untuk melihat Sunrise, max 3 orang


Pos mati, trackingnya lebih pendek tapi tetap saja curam. Walaupun posisi paling rendah diantara dua spot sebelumnya, dari pos mati kita bisa melihat Candi Borobudur saat sunrise.
 
Akses / Rute menuju Mongkrong, Punthuk Sukojoyo, dan Pos Mati
Ketiga spot sunrise ini berada pada satu jalur. Rute yang dilalui pun sama. Punthuk Sukmojoyo berada di ketinggian kurang lebih 1000 mdpl yang terletak di Desa Giri Tengah, Kecamatan Borobudur. Jalan akses kesana belum bagus, walau sudah jalan aspal namun sangat sempit. Punthuk Sukmojoyo lebih tinggi daripada Punthuk Setumbu, oleh karena itu jalan akan lebih lama. Jika kalian berangkat dari Yogyakarta langsung menuju Borobudur dan menuju ke Amanjiwo Hotel atau Rumah Kamera. Kearah Candi Borobudur di pintu masuk candi kalian menemukan pertigaan yang dikenal dengan pertigaan BU SUM - lurus ikuti jalan ke arah Rumah Kamera dan Amanjiwi Hotel. Nanti ada perempatan sebelum SDN TUKSONGO 1 kalian ambil arah jalan ke kanan menuju perempatan Gunden Trus ambil Kiri arah jalan ke Balai Desa Giritengah.Rute jalan yang pertama dari Balai Desa Giritengah ambil arah ke kanan melewati Dusun Gedang Sambu kemudian ada pertigaan ambil kanan lurus terus udah ada petunjuk jalan tinggal kalian mengikutinya rute jalan yang Kedua dari Balai Desa Lurus terus ada pertigaan belok kanan menuju Dusun Kamal lurus terus kalian tinggal mengikuti petunjuk jalan.

 
Saat musim libur, Sukmojoyo ramai dikunjugi wisatawan


Kalau dibayagkan susah ya, oke ringkasnya rute untuk menuju ke punthuk sukomojoyo adalah:



Ke candi Borobudur (pintu masuk) – Tanya arah ke rumah Kamera atau Hotel Amanjiwo – Lurus terus sampai ketemu plang rumah Kamera – ambil arah kanan sebelum SDN TUKSONGO- Cari Balai Desa Giri Tengah- Cari Masjid/Mushola Punthuk Sukomojoyo




Tips Perjalanan Menuju Mongkrong, Punthuk Sukmojoyo dan Pos Mati:


1.       Berangkat sebelum subuh, sekitar pukul 03.30. Lebih baik shalat subuh di masjid saat pejalanan.
2.       Pastikan tahu rutenya dahulu, karena saat masih gelap penunjuk jalan jarang kelihatan.
3.       Jangan menggunakan kendaraan automatic, medannya menanjak dan berkelok di beberapa titik.
4.       Bawa bekal minum untuk tracking menuju puncak.
5.       Gunakan sandal/ sepatu gunung ya minimal sandal yang tidak licin karena rute tracking Punthuk Sukmojoyo sangat curam.
6.       Bersikap ramah ke penduduk sekitar, meraka senang dikujungi asalakan ita sopan dan menjaga kebersihan.
7.       Patuhi rambu-rambu yang ada di masing-masing puncak, misal rumah pohon maksimal dinaiki 3 orang dan sebagainya.

 




Magelang kota kecil berhawa sejuk, seakan tak lelah menyediakan tempat-tempat bersahaja untuk menikmati alam. Magelang dengan anugerah dikelilingi lima gunung da satu poros tengah bukit tidar akan selalu menjadi kota dengan penuh kenangan tersendiri, mari kunjungi Magelang yang bersahaja dengan hati lapang dada dan tanpa merusak alamnya.  

Berikut sedikit cuplikan tentang Punthuk Sukmojoyo dan Mongkrong yang saya rekam dengan backsound menenangkan dari Dialog Dini Hari - Tentang Rumahku.





Author,
Repyssa A.


Komentar

Yusuf Ahmad mengatakan…
Nice share re.
Spot Foto terakhir wajib gw datangi someday lah :p
Yusuf Ahmad mengatakan…
Nice share re.
Spot Foto terakhir wajib gw datangi someday lah :p
Hafidz Cahyo mengatakan…
mantab Re..
Aditya Kurniawan mengatakan…
nice spot..
thanks udh share
Admin mengatakan…
travel report yang lengkap, mohon izin untuk mengambil beberapa foto dan testimonial nya untuk saya tampilkan dihalaman resmi Punthuk Sukmojoyo www.sukmojoyohill.com

matur suwun
NuuTaa mengatakan…
Keren :)
Rini Kusrini mengatakan…
Nice view, next destination
Iwans Ridwan mengatakan…
Kalo ke sana siang bagus Nggak ya?soale sama anak2 n istri
resnu febri mengatakan…
mantap gan refrensinya .. salam kenal monggo mampir gan http://resnufebri.blogspot.co.id/
wisata magelang mengatakan…
terimakasih sudah berkunjung ke magelang mas, dan terimakasih publikasinya :)
pakkumala diarabsaudi mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
bardiq mengatakan…
Wah, kudu dibookmark! Aku wis wacana ke Pos Mati dari 2013 nggak terealisasikan juga. Hahahahaha.
REPYSSA mengatakan…
@bardiq segera segera direalisasikan

Postingan Populer