Rabu, 24 Agustus 2016

Mpok Ris Pendekar Jelita dan Plawad Sakti (tentang sejarah, humor, silat, dan tari)



Teater Mpok Ris Pendekar Jelita dan Plawad Sakti




Masyarakat yang terarah adalah masyarakat yang menghargai akan sejarah. Sejarah  Betawi tidak berhenti hanya di si pitung yang berjuang melawan kumpeni. Ada pendekar cantik nan sakti yang dipunyai masyarakat betawi, tetapi tidak begitu dikenal oleh remaja masa kini. Tersebutlah Mpok Ris, warga Desa Cipondoh Tangerang. Mpok Ris  merupakan pendekar dengan ciri khas selendang warna kuning kunyit dan tongkat plawad sebagai senjatanya. Plawad sendiri merupakan sejenis batang tebu dengan  kondisi  lebih kuat. Legenda tentang mpok ris ini menjadi cikal bakal nama desa poris plawad di daerah Tangerang. Poris berawal dari kata Mpok Ris, dan Plawad berasal dari senjata Mpok Ris kayu plawad dalam berperang melawan kumpeni. Bagi Jakartrans kaum urban, nama poris plawad sudah tidak asing lagi. Nama poris plawad sering muncul di Jurusan Bus APTB PuloGadung via Poris Plawad (hahahaha).

Tari Topeng sebagai opening act teater


Sekelumit sejarah di atas, saya dapatkan setelah menonton pertunjukkan teater Mpok Ris Pendekar Jelita dan Plawad Sakti. Teater tentang pendekar Betawi ini dibawakan oleh Teater Jagad Ratu dengan sutradara dan koreografer Yuyun Arfah. Bertempat di Galeri IndonesiaKaya, Minggu 21 Agustus 2016 pertunjukan Teater Mpok Ris Pendekar Jelita dan Plawad Sakti berhasil mengocok perut penonton. Menceritakan sejarah dengan komedi khas betawi ditampilkan dengan apik dalam teater ini. Tarian-tarian betawi yang khas dengan goyangan dan musiknya yang rampak,menghiasi di sela-sela pertunjukkan.


Humor Betawi kental ditampilkan di teater ini


Diperankan oleh Poppy Parisa sebagai Mpok Ris, Rosita Oche dan Adhe Chandra sebagai sahabat Mpok ris, berhasil membuat emosi penonton naik turun, mulai dari takjub dengan tarian, aksi pencak silat dan komedi-komedi segar. Tokoh Betawi asli juga turut andil dalam memainkan peran sebagai guru ngaji dan babe Mpok Ris, ialah Sabar bin Bokir, tokoh betawi yang cukup terkenal. Herry Bodong yang wajahnya sering muncul di televisi ikut meramaikan teater ini dengan banyolan-banyolan konyolnya.Berperang sebagai bodong,murid silat babe yang naksir Mpok Ris, si Bodong mampu mengambil hati penonton dengan tingkah lucunya. Tak ketinggalan mantan Abang None Jakarta Selatan 2012, Lutfi Ardiansyah berperan sebagai suami Mpok Ris dan Jawara Kampung, apik dalam memerankan dan menunjukkan kemampuan silatnya. Teater dengan durasi 1,5 jam dalam penampilannya ditambahkan ilustrasi-ilustrasi gambar karya Ahmad Inggar Gusmayana.



Silat khas Betawi


Diawali dengan tari topeng, Yuyun Arfah sebagai narator mengantarkan teater Mpok Ris Pendekar Jelita dan Plawad Sakti. Teater ini menceritakan tentang kehidupan gadis betawi yang kental dengan aturan dari orang tuanya (babe). Masyarakat Betawi zaman dahulu yang jago mengaji dan silat ditampilkan dalam teater ini. Setting surau pengajian dan suara orang-orang mengaji mencoba menampilkan budaya betawi islam dalam masa penjajahan kompeni. Yuyun Arfah sebagai sutradara berhasil menggambarkan bahwa budaya Betawi Islam sudah ada sejak jaman penjajahan.

Adegan perebutan jawara sayembara calon suami Mpok Ris


Berlanjut ke adegan-adegan silat yang dibumbui dengan humor khas betawi si Bodong mampu membuat penonton terpingkal-pingkal. Unsur seni silat benar-benar ditonjolkan. Kagum dengan jurus-jurus silat yang tidak asal-asalan dan manuver-manuver bantingan bantingan benar-benar diperhatikan oleh koreografer dari teater ini.
Diceritakan Mpok Ris sendiri merupakan  anak perempuan Babe yang jago mengaji dan bela diri. Mpok Ris sendiri punya dua sahabat Mpok chandra dan Mpok Oche. Karakter Mpok Chandra lebih keras dan agak tomboy, sedangkan Mpok Oce genit dan senang dengan Bodong, teman satu perguruan silatnya. Teater  ini menggabungkan antara cerita cinta, komedi, agama dan bela diri. Paket lengkap dalam belajar sejarah budaya betawi, khususnya asal muasal Desa Poris Plawad di Tangerang.

Koreografi nan apik menceritakan tentang pernikahan Mpok Ris



Kembali ke cerita Mpok Ris di masa penjajahan kolonial. Konon saat itu, kompeni menduduki wilayah Cipondoh (tempat  tinggal Mpok Ris)  sebagai basis pergudangan. Hal ini benar jika dilihat dari posisi benteng pertahanan kompeni di sekitar Batu Ceper, yang hanya berjarak sekilo sampai dua kilometer dari Cipondoh. Gudang pembekalan kompeni sendiri pernah ditemukan di sekitar Cipondoh.



Aktifitas kompeni cukup banyak menimbulkan derita di hati masyarakat. Diceritakan penjarahan atas hasil pertanian masyarakat kerap kompeni lakukan. Padahal masyarakat Cipondoh yang notabene suku Betawi sangat mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian. Mpok Ris yang mendengar berita ini tidak tinggal diam. Niat mulia membela rakyat jelata dengan kemampuan silatnya. Mpok ris berhasil menaklukkan centeng-centeng kumpeni. Ketenaran Mpok Ris semakin naik dikalangan warga Cipondoh.

Tari Pernikahan Mpok Ris


Mpok Ris dikenang sebagai pendekar yang menguasai cukup banyak jurus silat, bahkan diceritakan dia pernah berguru kepada jawara-jawara Betawi sampe jagoan kungfu. Meski begitu, Mpok Ris juga digambarkan sebagai sosok jelita. Sampai pada suatu saat, Sang Babe menginginkan Mpok Ris untuk menikah. Mpok Ris bersedia menikah dengan orang yang mampu melindungi dirinya. Akhirnya Sang Babe membuka sayembara di kampungnya. Sayembara itu berisi, bagi siapa yang mampu mengalahkan Silat dari Mpok Ris maka akan dia nikahkan dengan putrinya. Pertarungan pun dimulai antara pendekar-pendekar jagoan betawi untuk memperebutkan Mpok Ris. Akhirnya menyisakan satu jawara yang akan melawan kesaktian jurus-jurus Mpok Ris. Mpok Ris bertekuk lutut di hadapan pria ini, dan berhasil menikahi Mpok Ris.

Mpok Ris dan Plawad Saktinya


Walaupun setelah menikah, Mpok Ris tetap membela rakyat jelata melawan centeng-centeng kumpeni. Entah berapa lama Mpok Ris melawan penjajah, namun ia terkenal selalu menggunakan batang pohon Plawad yaitu sejenis pohon tebu dan selendang warna kuning kunyit  dalam aksinya. Dalam pertempuran terakhir Mpok Ris berhasil dikalahkan centeng-centeng kumpeni. Ada yang bilang Mpok Ris kalah karena ia menikah padahal keperawanannyalah sumber kesaktiannya.
di akhir acara, penonton diajak menari bersama


Teater Jagad Ratu berhasil mencampuradukkan emosi penonton, dari yang tertawa terpingkal-pingkal, takjub pertarungan silat, sampai terenyuh karena kematian Mpok Ris. Suatu pertunjukkan yang komplit dalam mempelajari sejarah Betawi. Karena belajar sejarah itu mudah. Terima kasih Galeri Indonesia Kaya dalam ranngka memperingati Dirgahayu RI ke-71 menampilkan teater ini untuk mengingat kembali jasa-jasa pahlawan. Bertambah lagi satu pengetahuan bahwa pendekar dan pahlawan Betawi tidak hanya Si Pitung, melainkan ada pendekar jelita Mpok Ris.
Seluruh pemain dan Sutradara Teater Jagad Ratu




Repyssa 























Untuk mengetahui keseruan tentang teater ini,berikut saya buat cuplikan pertunjukan Mpok Ris Pendekar Jelita dan Plawad Sakti: