MOVIECOUSTIC: Paduan Asyik Film dan Musik
Moviecoustic, perpaduan antara
acara musik akustik dan film independen terpadu manis di Societeit De Harmonie
Makassar. Tujuh Film dan tujuh lagu disuguhkan secara bijak dan sederhana, mencoba
mengajak dan memberi makna. Tujuh Sutradara muda mempunyai mimpi yang sama,
menyampaikan pesan apa yang ada di pikiran.
![]() |
| First Moon membuka acara Moviecoustic |
Dibuka dengan penampilan Firstmoon, band indie Makassar, yang membawakan lagu Malu, The Light that Never Goes
Out-The Smith, You and Me Song-The Wannadies dengan apik dan rapi
mengantarkan screening 7 film sutradara muda Makassar.
Dan ketujuh film karya 7 sutradara muda lulusan IKM Makassar siap dinikmati:
1. FIKSI
DARI MEJA MAKAN
![]() |
| a film by M. Yusuf AG |
Pembicaraan di meja makan yang
semula fiksi berubah menjadi kenyataan yang memang harus diyakini. Berawal dari
tiga sahabat yang sedang berlibur di suatu villa. Seharusnya liburan yang
diakhiri dengan gembira berakhir duka. Bercerita tentang psikopat dan alur yang
mudah ditebak siapa pelaku sebenarnya, membuat film ini kurang spesial dibanding
film-film psikopat pada umumnya.
2. SEPATU BARU
![]() |
| a film by Aditya Ahmad |
Kadang keinginan memang harus
diwujudkan dengan usaha yang maksimal. Kadang usaha yang maksimal pun dapat
berujung gagal. Mimpi seorang anak kecil yang ingin memakai sepatu barunya saat
udara cerah harus ditunda karena hujan yang turun berhari-hari dan menyebabkan
banjir. Usaha yang dilakukan pun tak tanggung-tanggung, dengan hasrat
menggunung pergi ke pawang hujan untuk menangkal hujan. Puluhan celana dalam
dikumpulkan dan dilemparkannya ke atap
rumah untuk tolak hujan.
Film ini sangat menarik, dengan
setting awal hanya seorang anak berkeliling kampung saat hujan dan entah apa
yang dicarinya, membuat dahi penonton mengernyit. Sungguh diluar dugaan, memang
alur cerita yang tidak mudah ditebak ini, mengangkat mitos Indonesia tentang
pawan hujan, dari cerita yang original, akting aktris kecil yang mantap dan scoring music yang mendukung menjadikan
film SEPATU BARU nyaman untuk dinikmati.
3. ADOPTION
![]() |
| a film by Andrew Parinussa |
Yang dijaga belum tentu tumbuh
seperti apa yang kita harapkan, apa yang kita harapkan harus senantiasa diperjuangkan. Perjuangan
seorang istri untuk menyelamatkan perkawinannya dengan mengadopsi seorang anak.
Anak yang diharapkan dapat menambah keharmonisan berubah menjadi kehancuran.
Surat kaleng yang berisikan foto-foto affair
antara suami dan anaknya membuat sang istri dilema antara membunuh suami atau
anaknya, demi menyelamatkan perkawinannya.
Alur yang dibuat maju mundur,
membuat film ini terasa berbeda dan tidak mudah ditebak, penonton diajak untuk
berpikir dan mengintepretasikan sendiri cerita dalam film ini. Akhir yang
menggantung menjadi penutup yang manis dan menyisakan tanda tanya besar.
Siapakah yang dibunuh sang istri demi sebuah keutuhan yang diawali kehancuran.
4. INGATAN
SUNYI
![]() |
| a film by Rusmin Nuryadin |
Ingatan Sunyi akan Gerwani
(Gerakan Wanita Indonesia) yang difitnah melakukan ritual “Harum Bunga” tarian
erotis yang diakhiri dengan pemotongan penis para Jenderal di tahun 1965.
Rusmin Nuryadin, sutradara INGATAN SUNYI mengajak penonton untuk membangkitkan kembali ingatan sunyi akan
penyiksaan para wanita mulia Gerwani yang dianggap berkoalisi dengan Gerakan
PKI untuk membunuh Jenderal-jenderal, dan membiayai gerakan PKI melalui
melacur.
Setting tahun 1965 yang diusung
dalam film ini dan gambaran cerita singkat tentang Gerwani, berhasil
membangkitkan ingatan sunyi akan sesuatu
yang tersembunyi. Untuk yang penasaran tentang Gerakan Wanita Indonesia
yang dituduh berkoalisi dan mendapat siksaaan seksual maupun mental dapat
membaca buku Kembang-Kembang Genjer (klik di sini) karya Fransisca Ria Sutanti.
5. PICTURE
![]() |
| a film by Rio Supriadi |
Tema pengagum rahasia diangkat
dalam film ini, lebih ke cerita masa kini dan penggambaran seorang yang ingin
mengungkapkan isi hati. Berawal dari seorang wanita muda yang mempunyai hobi
menghabiskan berjam-jam untuk menulis di sebuah café, berlanjut dengan
ketidaksengajaan tertinggalnya kamera saku milik sang wanita tersebut.
Waiter yang diam-diam mengagumi wanita tersebut mempunyai cara yang
berbeda mengungkapkan isi hati melalui gambar sketsa yang sengaja ia masukkan
ke kamera saku sang wanita yang tertinggal.
Cerita makin menarik saat sang
wanita muda menebak siapa sebenarnya pengagum rahasianya diantara banyaknya
waiter di café tersebut. Rio Supriadi,
sutradara Film PICTURE, berhasil membuat penonton bertanya-tanya siapa
sebenarnya pengangum rahasia ini, tapi pesan yang tersampaikan dari cerita ini
bahwa ada banyak cara untuk bersyukur mengagumi ciptaan Sang Akbar, salah
satunya dengan gambar.
6. SEPASANG
KELABU
![]() |
| a film by Arman Dewarti |
Ketidakpastian akan hubungan
sering membawa warna kelabu dalam kehidupan. Kelabu menjadi pilihan warna untuk
sesuatu yang masih harus ditegaskan antara 2 pikiran manusia untuk bersatu.
Bercerita tentang pria dan wanita yang bertengkar hebat di dalam mobil dan
memperdebatkan kejelasan hubungan mereka. Sangat disayangkan pesan yang
terkandung dari film ini kurang berhasil disampaikan dan memang berakhir
kelabu.
7. CITA
![]() |
| a film by A. Burhamzah |
Keterbatasan bukan berarti kita terkungkung
akan sesuatu yang lama ingin kita dukung. Ketertarikan seorang pemuda tuna
daksa terhadap Cita, gadis tuna wicara yang sedang berulang tahun. Rasa ingin
memberi kado di ulang tahun Cita membuat pemuda yang tidak mempunyai kaki ini
berjuang mencari hadiah terbaik untuk gadis pujaan hatinya.
Cerita simple tapi sarat makna ini seakan
menampar kita, rasa syukur akan anugerah lengkapnya anggota badan sering kita
lupakan dikeseharian. Cerita yang sederhana namun sarat makna.
![]() |
| bersama aktris cilik berbakat Isfara Febiana |
Dari tujuh film yang saya tonton di acara Moviecoustic, saya jatuh hati pada ide film SEPATU BARU, ceritanya tidak mudah tertebak, dan pesan yang disampaikan mengena, ''Keinginan itu harus diperjuangkan bukannya direnungkan".
Isfara Febiana, aktris cilik berbakat yang bermain di film SEPATU BARU ikut memeriahkan pemutaran 7 film karya 7 sutradara muda lulusan Institut Kesenian Makassar.
![]() |
| bersama Rio Supriadi, sutradara Film Picture |
Acara Moviecoustic ini berlangsung
selama 6 hari mulai dari 23 April – 28 April 2013 di Gedung Kesenian Societet
De Harmonie Makassar.
Hasil kerja sama antara Institut Kesenian Makassar, Rumah
Media, Flow Management, Rumata Art Space dan Gedung Kesenian Societeit De Harmonie bisa
dikatakan cukup sukses menyedot banyak penonton. Dihadiri oleh sutradara Riri
Riza, para pembuat film di atas dan para aktor yang mendukung membuat para
penonton lebih dekat dengan hasil karya mereka.
Semoga acara seperti ini semakin banyak digelar di Indonesia, seperti prinsip 7 sutradara muda asal Makassar. Film mestinya baru "menjadi" kalau ditonton publik dimana ia dibuat, ditegaskan oleh Riri Riza.










