Makassar International Writers Festival 2013 : My City My Literature
Big event, 50 writers and
performers from 8 countries, 40 free event from 10 am – 10 pm in 5 days. Yes,
Makassar International Writers Festival ketiga kalinya digelar di kota
Makassar. Menghadirkan 50 penulis dari dalam dan luar negeri. Puluhan event
menarik disajikan secara gratis selama lima hari mulai dari tanggal 25 sampai
dengan 29 Juni 2013 bertempt di Fort Rotterdam Makassar.
![]() |
| Opening Ceremony MIWF 2013 |
Dengan mengangkat tema My City My
Literature, Rumah Budaya Rumata’ (pihak penyelenggara) mencoba mewujudkan mimpi
bahwa Makassar perlu membuat penanda yang penting, sebuah peristiwa kebudayaan
berskala besar, yang melibatkan banyak pihak dan bisa diakses oleh semua orang,
yang berlangsung setiap tahun.
![]() |
| Vessel for Stories |
Tema “My City My Literature”
benar-benar diwujudkan dalam setiap penyajian acara-acara diskusi, pembacaan karya, lokakarya penulisan, tur
penulis, dan pertunjukan musik, film, pembacaan puisi dan dongeng untuk
anak-anak. Mulai dari acara Launching Sastra and Sarabba – The Reading
Room, Tales of Two Cultures : Makassar-Mandar in Memoar, Book Lauch The Birth
of I Lagaligo poems, Screening Film Dokumenter “Mencari Myala” dan pertunjukan Vessel
for Stories (yang dapat dilihat disini pertunjukannya,klik).
Tak hanya dalam perwujudan acara
yang mengusung tema “My City My Literature”, Rumah Budaya Rumata’ benar-benar ingin
menggerakkan masyarakat Makassar agar ikut mencintai kotanya sendiri dengan
cara yang lebih arif. Volunteer yang berasal dari pemuda
Makassar ikut menyukseskan acara ini.
![]() |
| Lampion Raksasa Recycle botol bekas |
Melalui kegiatan ini, individu-individu kreatif ini menerjemahkan kebutuhan festival, dan memastikan acara berjalan dengan baik. Salah satu hasil karya kreatif rekan-rekan volunteer dengan membuat lampion raksasa yang terbuat dari botol plastik bekas (go green sekali…. ) diletakkan di pintu masuk Fort Rotterdam.
Tak hanya itu, peran pemuda Makassar masih berlanjut dengan ikut sertanya Kala Teater dalam penampilan Vessel for Stories yang berkolaborasi dengan Kelly Le Hackey (writer, performer, curator from Australia).
My City My Literature, tak hanya
performer acara, penulis yang didatangkan pun ada yang berasal dari Makassar Muhary Wahyu Nurba dan Mariati Atkah. Master of Ceremony untuk opening MIWF
2013 pun sang pemilik akun @hurufkecil Aan Mansur penulis buku Kukila dan
penulis rubrik Literasi di Koran Kompas Makassar.
Beberapa penulis asing yang dijadwalkan untuk hadir di antaranya dari
Australia, Kelly Lee Hickey dan Anna Weekes (Darwin) serta Luka Lesson
(Brisbane) dan juga dari negara lainnya yaitu Peter Zilahy (Hungaria), Qaisra
Shahraz (Inggris/Pakistan), Paul Sochaweszki (Amerika Serikat), Amir Muhammad
(Malaysia), dan Josephine Chia (Singapura). Penulis nasional yang juga
menyemarakkan festival tahun ini adalah novelis Dewi Lestari, penyair Sapardi
Djoko Damono, Bernard Batubara (benzbara) dan Joko
Pinurbo. Daftar lengkap para penulis dan pembicara dapat dilihat di http://makassarwritersfestival.com/category/participating-writers-and-speakers/
![]() |
| Opening Speech Direktur MIWF |
Direktur MIWF, Lily Yulianti
Farid dalam opening speech menyapaikan bahwa acara MIWF 2013 ini dalam
rangka menyukseskan misi Makassar menjadi Kota Dunia. Semua acara ini tidak
berlangsung lancar dan berhasil mendatangkan penulis dari luar negeri tanpa
kerjasama dari The British Council Indonesia, The US Consulate Surabaya, The
Arts Council Singapore, The Northern Territory Arts Council Australia, Gramedia
Pustaka Utama, Lontar Foundation dan Chambers Entertainment.
Untuk Jadwal acara dapat dilihat di bawah ini atau langsung ke websitenya (http://makassarwritersfestival.com/ )
![]() |
| Author : Repyssa |
Note!!
Sarabba:
minuman khas Makassar
Makassar-Mandar
: dua suku di Sulawesi Selatan
I
Lagaligo : Epik dalam puisi bugis lama yang menceritakan tentang kisah
Sawerigading, seorang pahlawan yang gagah berani dan juga perantau.
Myala, (
Abdul Muin Daeng Myala) : sastrawan asal Makassar angkatan pujangga baru
Vessel
for Stories : teatrikal yang menceritakan
hubungan khusus para pelaut Bugis Makassar dengan warga
Wilayah Utara Australia yang telah berlangsung beratus tahun lalu









