Toraja International Festival 2013
Come celebrate...!!! The Living Megalithic Culture in Toraja.
Saat budaya kearifan lokal
bergabung dengan budaya daerah luar membentuk suatu pertunjukan yang
spektakuler dalam Toraja Internatinal Festival. Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuat suatu gebrakan terhadap
destinasi-destinasi wisata di Pulau Sulawesi melalui Festival Internasional
Toraja atau Toraja International Festival (TIF) 2013. Event berskala
internasional ini diselenggarakan tanggal 28 – 30 Desember 2013 dan dipusatkan
di Toraja, Sulawesi Selatan. Pembukaan Toraja International Festival
diselenggarakan di Desa Kete Kesu, Ratepao, Toraja Utara. Desa Kete Kesu
merupakan desa tertua di Toraja yang
disulap menjadi desa wisata merupakan tempat yang pas untuk pembukaan Toraja
Internaional Festival kali ini.
![]() |
| Tari Pagelu membuka TIF 2013 |
Menurut Direktur TIF 2013, Franky
Raden mengatakan festival semacam ini baru kali pertama diselenggarakan di
Toraja. Toraja International Festival berurutan dengan event tahunan Toraja,
Lovely December. Perbedaan yang mencolok dari dua event ini adalah Lovely
December mengangkat budaya keseharian masyarakat Toraja, mulai dari lomba rakit
tradisional (lembang), pentas suling todolo, tangkap ikan (mabale), lomba
sastra lisan (To ma’parapa’), pagelaran pakaian adat Rambu Tuka, dan Natal
Oikumene. Lain halnya Toraja International Festival lebih kepada pertunjukan
seni daerah mulai dari tarian, musik, kerajinan tradisional dan kuliner Toraja
dan yang paling istimewa diadakannya world music camp, dimana musisi dunia akan
tinggal bersama di Bukit Getengan, Makale, Tana Toraja dan bermain music
bersama. Untuk lebih jelasnya tentang runtutan acara Toraja International
Festival, berikut rundown acaranya:
-
Pertunjukan 28 Desember 2013 Lokasi, Kete Kesu,
Rantepao, Toraja Utara
Pukul 17.00 s.d.
pukul 21.00 WITA
1.
Pembukaan Tari Pegelu’
2.
Manembong (Torajan Male Chanting)
3.
Toraja Choir
4.
Aigul Elkenbayewa (Kazakstan)
5.
Indonesian Nation Orchestra
-
Pertunjukan 29 Desember 2013 Lokasi, Bukit Getengan,
Makake, Tana Toraja
1.
Olahraga Tradisional, silungkun
2.
Workshop Musik oleh Anello Capuano
3.
Workshop chikung oleh Hendra Lawadi
4.
Screening film documenter budaya
5.
Pertunjukan Tari Madero (Palu)
6.
Kolintang Duo (Manado)
7.
Debu (USA/Jabar)
8.
Basri sila & Batara Gowa ( Makassar)
9.
Tarian Saleum (Aceh)
10.
Supa Kalulu ( Zimbabwe)
-
Pertunjukan 30 Desember 2013 Lokasi, Bukit
Getengan, Makale, Tana Toraja
1.
Workshop musik kolosal asal Indonesia seperti
Tari Kecak, rebana betawi oleh
I Nyoman Windha dan Alfian
2.
Tarian Sarong
3.
Vieux Cissokho (Senegal)
4.
Orchid House Orchestra (Italy)
5.
Jeannete Lambret (Canada)
6.
Gilles Saissi (France)
7.
Indonesian Nation Orchestra (Indonesia)
Toraja International Festival
dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka
Pangestu. Acara pembukaan itu juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar dan gubernur Sulsel Syahril Yasin Limpo.
Atraksi yang menarik dilakukan oleh Mari Elka Pangestu saat membuka TIF 2013,
beliau menarikan Tari Pagelu’ (Tari toraja) menari di atas gendang diiringi
musik tradisional.
Tari Pagelu’ atau disebut juga
Gellu Pangala merupakan tarian penyambutan tamu kehormatan. Zaman dahulu tari
ini digunakan untuk menyambut para pejuang yang pulang dari medan perang.
Penarinya terdiri dari gadis-gadis remaja, berbaju putih dengan hiasan keemasan
mulai dari kepala hingga sarung yang menutupi tubuh. Memakai kalung manik-manik
yang teranyam indah dan memakai parang di bagian depan. Gerakan tangannya
seperti burung yang sementara terbang dengan tenangnya dan gerakan kaki yang
menggambarkan perjalanan naik turun lembahdan bukit yang melukiskan keadaan
alam toraja. Genderang dan bunyi-bunyian yang mengikuti tarian ini bernada
tinggi arkais membahana di Kete Kesu saat TIF 2013. Penari Pagelu’ beraktrasi dengan menari di atas gendang, hal ini
tentu saja tidak mudah karena penari harus menjaga keseimbangan sekaligus
menyamakan dengan alunan musik.
Setelah acara pembukaan oleh
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, acara TIF 2013 dilanjutkan dengan
penampilan Aigul Elkenbayeva dari Kazakstan. Pertunjukan musik Kazakstan oleh
Aigul Elkenbayeva dengan memainkan Dombra. Dombra adalah alat musik tradisional
Kazakstan berbentuk seperti kecapi memainkannya dengan cara dipetik. Senar
Dombra terbuat dari nylon biasanya dimainkan secara solo maupun berkelompok.
Penampilan memukau dari Aigul Elkenbayeva berhasil menarik perhatian penonton,
sekaligus memperkenalkan alat music tradisional Kazakstan.
Anak-anak kecil berjalan
beriringan membawa alat musik bambu. Pasuling to’dolo berhasil memukau penonton
dengan harmonisasi suara yang dihasilkan dari alat musik bambu ini. Pasuling
to’dolo adalah alat musik tradisional Toraja yang terbuat dari bambu dan
dimainkan oleh anak-anak Toraja. Bentuknya ada yang seperti angklung tapi cara
memainkannya dengan ditiup.
Tidak berhenti disitu, tuan rumah
Toraja menampilkan Toraja Choir dengan jumlah anggota 28 orang yang semuanya
penduduk asli Toraja. Mereka membawakan Indeko lagu Toraja yang dipopulerkan
oleh Harry Mantong dalam albumnya ‘A tribute to Toraya’. Tak hanya menyanyikan
lagu Indeko, Toraja Choir juga mempertunjukan tinumbuk lesung yang sering
dilakukan saat upacar Rambu Solo dan penerimaan tamu. Tarian pagelu, menari di
atas gendang juga dipertunjukan oleh Toraja Choir, sebuah pertunjukan yang
lengkap tak hanya paduan suara, melainkan tari, adat dan musik, terinagurasi
menjadi satu.
Acara Pembukaan TIF 2013
dimeriahkan juga oleh sekumpulan pria berpakain adat Toraja yang tiba-tiba
muncul dari arah penonton merapalkan mantra-mantra kuno Toraja. Tarian Manimbong
biasanya ditampilkan saat upacara perayaan di Toraja. Sebenarnya tidak hanya
manimbong saja yang ditampilkan saat upacara perayaan melainkan tari Ma’dandan
juga selalu ikut memeriahkan upacara perayaan, hanya saja tari Ma’dandan
ditarikan oleh perempuan. Penari Manimbong membawa parang, la’bo ‘ pinai dan semacam tameng bermotif
toraja. Mereka menari di depan penonton hanya diringi nyanyian berbahasa
Toraja.
Penampilan Manimbong dilanjutkan
oleh gending dari gadis Bali nan cantik memainkan matanya (nyledet’) sambil
memainkan gamelan. Pertunjukan tersebut merupakan rangkaian dari penampilan Indonesian
Nation Orchestra, sebuah orchestra yang dibentuk oleh Franky Raden. Franky
Raden menggabungkan berbagai alat music tradisional di Indonesia, kolintang,
gamelan bali, alat musik bambu, kecapi, suling to’dolo semua berpadu apik dalam
musik.
Penampilan pertama Franky raden menggandeng gadis bali yang memainkan
gamelan dengan cantiknya, sedangkan penampilan kedua beliau menggandeng gadis
Toraja yang bernyanyi dengan tambahan Toraja Choir membuat semakin megah
penampilan Indonesian Nation Orchestra (INO).
Toraja International Festival
kali ini benar-benar dipersiapkan dengan matang. Target wisatawan mancanegara
banyak ditarik melalui event ini. Sebanyak 7 negara yang berpartisipasi dalam
TIF 2013, semua menampilkan kebudayaan tradisional mereka. Tak hanya wisatawan
mancanegara, wisatawan domestic dari berbagai daerah berkumpul merayakan akhir
tahun di Toraja melalui event Toraja International Festival2013, sebuah
gebrakan yang tak terduga dari Kemenparekraf, untuk memajukan destinasi wisata
di Sulawesi Selatan.
Nb: Maaf apabila terjadi kesalahan penulisan istilah
Untuk tahu serunya acara pembukaan Toraja International Festival, bisa dilihat di
![]() |
| Author: Repyssa |










