Mpok Ris Pendekar Jelita dan Plawad Sakti (tentang sejarah, humor, silat, dan tari)
| Teater Mpok Ris Pendekar Jelita dan Plawad Sakti |
Masyarakat yang terarah adalah masyarakat yang menghargai akan sejarah. Sejarah Betawi tidak berhenti hanya di si pitung yang berjuang melawan kumpeni. Ada pendekar cantik nan sakti yang dipunyai masyarakat betawi, tetapi tidak begitu dikenal oleh remaja masa kini. Tersebutlah Mpok Ris, warga Desa Cipondoh Tangerang. Mpok Ris merupakan pendekar dengan ciri khas selendang warna kuning kunyit dan tongkat plawad sebagai senjatanya. Plawad sendiri merupakan sejenis batang tebu dengan kondisi lebih kuat. Legenda tentang mpok ris ini menjadi cikal bakal nama desa poris plawad di daerah Tangerang. Poris berawal dari kata Mpok Ris, dan Plawad berasal dari senjata Mpok Ris kayu plawad dalam berperang melawan kumpeni. Bagi Jakartrans kaum urban, nama poris plawad sudah tidak asing lagi. Nama poris plawad sering muncul di Jurusan Bus APTB PuloGadung via Poris Plawad (hahahaha).
Sekelumit sejarah di atas, saya dapatkan setelah menonton pertunjukkan
teater Mpok Ris Pendekar Jelita dan Plawad Sakti. Teater tentang pendekar
Betawi ini dibawakan oleh Teater Jagad Ratu dengan sutradara dan koreografer
Yuyun Arfah. Bertempat di Galeri IndonesiaKaya, Minggu 21 Agustus 2016 pertunjukan Teater Mpok Ris Pendekar Jelita
dan Plawad Sakti berhasil mengocok perut penonton. Menceritakan sejarah dengan
komedi khas betawi ditampilkan dengan apik dalam teater ini. Tarian-tarian
betawi yang khas dengan goyangan dan musiknya yang rampak,menghiasi di
sela-sela pertunjukkan.
Diperankan oleh Poppy Parisa sebagai Mpok Ris, Rosita Oche dan Adhe
Chandra sebagai sahabat Mpok ris, berhasil membuat emosi penonton naik turun,
mulai dari takjub dengan tarian, aksi pencak silat dan komedi-komedi segar.
Tokoh Betawi asli juga turut andil dalam memainkan peran sebagai guru ngaji dan
babe Mpok Ris, ialah Sabar bin Bokir, tokoh betawi yang cukup terkenal. Herry
Bodong yang wajahnya sering muncul di televisi ikut meramaikan teater ini
dengan banyolan-banyolan konyolnya.Berperang sebagai bodong,murid silat babe
yang naksir Mpok Ris, si Bodong mampu mengambil hati penonton dengan tingkah
lucunya. Tak ketinggalan mantan Abang None Jakarta Selatan 2012, Lutfi
Ardiansyah berperan sebagai suami Mpok Ris dan Jawara Kampung, apik dalam
memerankan dan menunjukkan kemampuan silatnya. Teater dengan durasi 1,5 jam
dalam penampilannya ditambahkan ilustrasi-ilustrasi gambar karya Ahmad Inggar
Gusmayana.
Diawali dengan tari topeng, Yuyun Arfah sebagai narator mengantarkan
teater Mpok Ris Pendekar Jelita dan Plawad Sakti. Teater ini menceritakan
tentang kehidupan gadis betawi yang kental dengan aturan dari orang tuanya
(babe). Masyarakat Betawi zaman dahulu yang jago mengaji dan silat ditampilkan
dalam teater ini. Setting surau pengajian dan suara orang-orang mengaji mencoba
menampilkan budaya betawi islam dalam masa penjajahan kompeni. Yuyun Arfah
sebagai sutradara berhasil menggambarkan bahwa budaya Betawi Islam sudah ada
sejak jaman penjajahan.
Berlanjut ke adegan-adegan silat yang dibumbui dengan humor khas betawi
si Bodong mampu membuat penonton terpingkal-pingkal. Unsur seni silat
benar-benar ditonjolkan. Kagum dengan jurus-jurus silat yang tidak asal-asalan dan
manuver-manuver bantingan bantingan benar-benar diperhatikan oleh koreografer
dari teater ini.
Diceritakan Mpok Ris sendiri merupakan
anak perempuan Babe yang jago mengaji dan bela diri. Mpok Ris sendiri
punya dua sahabat Mpok chandra dan Mpok Oche. Karakter Mpok Chandra lebih keras
dan agak tomboy, sedangkan Mpok Oce genit dan senang dengan Bodong, teman satu
perguruan silatnya. Teater ini
menggabungkan antara cerita cinta, komedi, agama dan bela diri. Paket lengkap
dalam belajar sejarah budaya betawi, khususnya asal muasal Desa Poris Plawad di
Tangerang.
Kembali ke cerita Mpok Ris di masa penjajahan kolonial. Konon saat itu,
kompeni menduduki wilayah Cipondoh (tempat
tinggal Mpok Ris) sebagai basis
pergudangan. Hal ini benar jika dilihat dari posisi benteng pertahanan kompeni
di sekitar Batu Ceper, yang hanya berjarak sekilo sampai dua kilometer dari
Cipondoh. Gudang pembekalan kompeni sendiri pernah ditemukan di sekitar
Cipondoh.
Aktifitas kompeni cukup banyak menimbulkan derita di hati masyarakat.
Diceritakan penjarahan atas hasil pertanian masyarakat kerap kompeni lakukan.
Padahal masyarakat Cipondoh yang notabene suku Betawi sangat mengandalkan sektor
pertanian sebagai mata pencaharian. Mpok Ris yang mendengar berita ini tidak
tinggal diam. Niat mulia membela rakyat jelata dengan kemampuan silatnya. Mpok
ris berhasil menaklukkan centeng-centeng kumpeni. Ketenaran Mpok Ris semakin
naik dikalangan warga Cipondoh.
Mpok Ris dikenang sebagai pendekar yang menguasai cukup banyak jurus
silat, bahkan diceritakan dia pernah berguru kepada jawara-jawara Betawi sampe
jagoan kungfu. Meski begitu, Mpok Ris juga digambarkan sebagai sosok jelita.
Sampai pada suatu saat, Sang Babe menginginkan Mpok Ris untuk menikah. Mpok Ris
bersedia menikah dengan orang yang mampu melindungi dirinya. Akhirnya Sang Babe
membuka sayembara di kampungnya. Sayembara itu berisi, bagi siapa yang mampu
mengalahkan Silat dari Mpok Ris maka akan dia nikahkan dengan putrinya.
Pertarungan pun dimulai antara pendekar-pendekar jagoan betawi untuk
memperebutkan Mpok Ris. Akhirnya menyisakan satu jawara yang akan melawan
kesaktian jurus-jurus Mpok Ris. Mpok Ris bertekuk lutut di hadapan pria ini,
dan berhasil menikahi Mpok Ris.
Walaupun setelah menikah, Mpok Ris tetap membela rakyat jelata melawan
centeng-centeng kumpeni. Entah berapa lama Mpok Ris melawan penjajah, namun ia
terkenal selalu menggunakan batang pohon Plawad yaitu sejenis pohon tebu dan
selendang warna kuning kunyit dalam
aksinya. Dalam pertempuran terakhir Mpok Ris berhasil dikalahkan
centeng-centeng kumpeni. Ada yang bilang Mpok Ris kalah karena ia menikah
padahal keperawanannyalah sumber kesaktiannya.
Teater Jagad Ratu berhasil mencampuradukkan emosi penonton, dari yang
tertawa terpingkal-pingkal, takjub pertarungan silat, sampai terenyuh karena
kematian Mpok Ris. Suatu pertunjukkan yang komplit dalam mempelajari sejarah
Betawi. Karena belajar sejarah itu mudah. Terima kasih Galeri Indonesia Kaya
dalam ranngka memperingati Dirgahayu RI ke-71 menampilkan teater ini untuk
mengingat kembali jasa-jasa pahlawan. Bertambah lagi satu pengetahuan bahwa
pendekar dan pahlawan Betawi tidak hanya Si Pitung, melainkan ada pendekar
jelita Mpok Ris.
Untuk mengetahui keseruan tentang teater ini,berikut saya buat cuplikan pertunjukan Mpok Ris Pendekar Jelita dan Plawad Sakti:
