Banjarmasin , Kota Seribu Sungai
Pernah melakukan flash travell? Perjalanan liburan yang
benar-benar tidak terencana sama sekali. Karena kadang apa yang direncana
berbeda dengan apa yang terlaksana. Kali ini saya berkunjung ke Banjarmasin,
Ibu Kota Kalimantan Selatan. Banjarmasin sendiri terkenal dengan sebutan kota
seribu sungai. Julukan ini diberikan karena keadaan geografisnya yang memang
dikelilingi banyak sungai.
| Sungai Martapura menjelang maghrib |
Saat berkunjung ke suatu tempat
baru, hal pertama yang menjadikan rasa penasaran saya tinggi adalah sejarah
atas tempat itu sendiri? Banjarmasin, adakah arti kata dibalik kata tersebut?
Saya mendarat di bandara Syamsudinnoor di Banjar Baru. Bandaranya memang jauh dari pusat kota sekitar 25 km. Dalam
perjalanan ke pusat kota saya mendapatkan banyak informasi tentang Banjarmasin
dari sopir taksi online (hal yang paling disuka saat travelling, ngobrol dengan
penduduk sekitar). Hal-hal yang baru saya ketahui tentang Banjarmasin
diantaranya:
1. Banjarmasin kota seribu sungai (walaupun
jumlah sungai ga sampai seribu)
Sekitar 45 menit perjalanan yang dibutuhkan dari
bandara Syamsudinnoor ke pusat kota. Begitu masuk kota Banjarmasin, saya disuguhi
pemandangan kota dengan rute jalan berputar-putar dan banyak jembatan
penyeberangan. Hal ini dilakukan karena memang banyak sungai yang melintas
melalui pusat kota. Sungai Martapura, sungai Kuin membelah-belah kota
banjarmasin menjadi beberapa bagian.
| Patung Bekantan, icon kota Banjarmasin |
Sungai-sungai kecil di sini, sambung menyambung dan
menyatu ke hilir sungai besar Sungai Barito. Apabila teman-teman berkunjung ke
Banjarmasin, sempatkanlah untuk mencoba wisata susur sungai. Kebetulan tempat
saya menginap menyediakan paket wisata susur sungai. Yang perlu diperhatikan
adalah rute yang akan dilewati susur sungai tersebut, apakah lengkap atau hanya
berputar-putar di tengah kota saja...... Waktu itu saya mengambil wisata susur
sungai dengan rute:
Berangkat dari Sungai Martapura yang di dekat Patung
Bekantan kemudian langsung ke pasar terpung lokbaitan kemudian melewati Museum Wasaka, Rumah Makan Soto Banjar,
Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Pasar terapung siring sungai martapura (adanya
Cuma weekend aja ini) balik lagi ke Patung Bekantan, Menara Pandang Siring.
![]() |
| Lok Baitan |
Sebenarnya untuk start nya ada beberapa pilihan, bisa
melewati dermaga siring sungai martapura yang berada di dekat patung bekantan,
melewati dermaga balaikota Banjarmasin, dermaga di sepanjang sungai kuin dan
dermaga sungai alalak. Saya menggunakan perahu klothok saat melakukan wisata
susur sungai di dermaga taman siring, (oh ya sebutan perahu di sini adalah
klothok, karena menggunakan perahu mesin dengan suara berisik klotok klotok
klotok....)
| Wisata susur sungai, klothok |
Menurut info dari abang-abang perahu klothok, sungai
alalak merupakan sungai yang bisa menjadi alternatif dikunjungi selain sungai
kuin dan sungai martapura. Bantaran sungai alalak menurut info dari abang
klothok (nyebutnya abang klothok karena lupa namanya) merupakan tempat
pembuatan jukung secara tradisional. Apakah jukung itu? Jukung itu perahu
sampan yang masih tradisional tanpa menggunakan mesin, sedangkan perahu klothok
merupakan perahu yang lebih besar dan menggunakan mesin klothok. Singkatnya
Jukung: perahu
kecil tanpa mesin
Klothok: perahu
agak besar menggunakan mesin klothok
Jadi hal pertama yang saya baru tahu tentang
banjarmasin, kota yang dibelah-belah dan dikelilingi banyak sungai, dan itu
sangat menarik menurut saya. Teman-teman harus mencoba wisata susur sungainya.
2. Asal mula Banjarmasin
Abang yusuf,
nama sopir taksi online yang ramah dan banyak memberikan informasi tentang
Banjarmasin. Menurut penjelasan abangnya ini, (sambil nyetir sambil
ngobrol.....)
Banjarmasin
itu berasal dari kata Bandar dan Masih. Bandar adalah istilah kota pelabuhan
maju tempat berdagang dan bisnis pada masa lampau. Masih adalah nama patih dari
kerajaan Daha. Jadi ceritanya dulu ada Pangeran dari Negara Daha yang
mengasingkan diri di bantaran sungai-sungai dan memutuskan kota banjar menjadi
tempat menyendirinya...
(kenapa
menyendiri ga dijelasin sama abangnya.... lanjut cerita......)
Waktu itu
banjar menjadi daerah yang berkembang karena letaknya yang strategis
dikelilingi banyak sungai dan bermuara pada suatu sungai besar. Pangeran ini
ceritanya menyamar menjadi rakyat jelata, banjar sendiri masih dikuasai oleh
Patih Masih. Walapun sudah menyendiri, pangeran ditemukan oleh pejabat-pejabat
negara daha dan diangkat menjadi pewaris tahta kerajaan. Pangeran ini memindahkan
pusat kerajaan ke bandar banjar ini. Bandar banjar berubah nama menjadi Bandar Masih kemudian Banjarmasin.
| Pemukiman Penduduk Banjarmasin |
Flash travel,
sesuatu yang bergerak cepat dan tanpa direncana dan tak tahu harus berujung
kemana. Cerita dari abang sopir taksi online ini membuat rasa penasaran saya
akan kota Banjarmasin semakin besar,,,,,
Kemudian saya
bertanya ke abangnya..... “bang, jadi saya harus kemana dulu untuk tahu lebih
dalam tentang kota abang,?’
Yang bikin
keki adalah abangnya malah ketawa kepingkal-pingkal dan menjawab “Memangnya mau
ngapain pak di sini? Mau menetap di sini apa mau liburan aja,” (duh aku
dipanggil pak....)
Simpulan yang
bisa saya ambil dari perbincangan dengan abang sopir taksi online nan ramah ini
adalah:
1.
Harus mencoba wisata susur sungai
2.
Harus ke patung bekantan
3.
Harus ke pasar terapung lok baitan
4.
Harus makan soto bang amat
5.
Habis dari soto bang amat mampir aja ke wasaka
Dan flash
travel saya diberkahi dan ditunjukkan jalan. Biasanya saya sebelum melakukan
travelling, saya membuat itinerary yang detil, tapi kali ini? Alhamdulillah
sudah dibuatkan abang-abang sopir taksi online yang ramah.
Begitu sampai
penginapan, abang itu berujar,” Pak, saya di kasih bintang lima ya,”
“Hah?
Melongo..... owalah ramah biar dikasih bintang lima di aplikasi online
nya,,,,,, (baru satu bulan narik taksi online katanya)
3. Wasaka
Wasaka di
daerah Banua. Berbekal rasa penasaran saya harus mengunjungi museum Wasaka ini.
Museum Wasaka berada di tepi Sungai Martapura di bawah Jembatan Banua. Wasaka
sendiri adalah singkatan dari Waja Sampai Ka Putting yang berarti perjuangan
yang tiada henti hingga tetes darah penghabisan. Kalimat itu merupakan moto
perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Museum Wasaka diresmikan pada tanggal 10
November 1991, bertempat di rumah Banjar Bubungan Tinggi yang kemudian
dialihfungsikan dari bangunan hunian menjadi museum. Hal ini dilakukan sebagai
salah satu upaya konservasi bangunan tradisional.
Banyak benda
bersejarah yang dipamerkan di museum ini, terutama yang berkaitan dengan
sejarah perjuangan rakyat dan pemuda Kalimantan Selatan. Diantaranya: daftar
organisasi yang pernah berjuang menentang penjajah seperti Laskar Hasbullah
yang bermarkas di Martapura dan Barisan Pemuda Republik Indonesia Kalimantan
yang bermarkas di Banjarmasin.
| Museum Wasaka |
Ada juga
benda-benda peninggalan sejarah seperti: mesin tik kuno, kamera, cermin,
tombak, mandau, senapan, mortir, serta empat buah kursi yang konon dulunya
dipakai sebagai tempat pejuang Kalimantan Selatan bermusyawarah. Sementara
dinding yang mengelilingi kursi-kursi itu memuat deretan gambar gubernur
pertama hingga yang menjabat sekarang. Tidak ketinggalan sebuah sepeda kuno
yang katanya sewaktu zaman penjajahan digunakan untuk mengirim surat dengan
menyembunyikan lembaran surat di dalam badan sepeda agar tidak diketahui oleh
kolonial Belanda.
| Sebagian besar jalan-jalan Banjarmasin terbelah sungai |
Satu hal yang
menjadi perhatian dari Museum Wasaka ini adalah kurang terawat. Akses pintu
masuk museum yang kurang jelas, lingkungan depan museum yang seharusnya sungai
cantik Martapura tetapi berubah menjadi lautan kecubung. Tapi bagaimanapun
kondisinya, sempatkanlah untuk berkunjung ke Museum Wasaka ini saat berkunjung
ke Banjarmasin.
4. Kuliner Khas Banjar
a. Mie Bancir
Saat saya datang ke Banjarmasin, tidak terlintas
sedikitpun di pikiran saya untuk melakukan wisata kuliner. Memang semua di luar
rencana, saya mencoba mie bancir melalui aplikasi pesan makan online dari
hotel, dan hasilnya mie nya enak sekali. Mie Bancir itu seperti mie jawa tapi lebih
kental. Untuk penyajian, Mie Bancir yang original biasanya di
beri topping suwiran daging ayam kampung, irisan telur itik,
taburan bawang goreng, irisan daun sop/seledri dan irisan limau atau jeruk
nipis. Kenapa namanya mie bancir? Hahaha kurang tahu karena saya beli online, jadi ya ga bisa tanya-tanya asal
muasal dan sebagainya. Intinya Mie Bancir wajib dicoba bagi penggemar mie yang
berkunjung ke Banjarmasin.
| Sate Soto Banjar Bang Amat |
b. Soto Banjar
Makanan kedua yang saya coba adalah Soto Bang Amat, di
bawah jembatan banua. Untuk menuju ke warung soto bang amat ini bisa melalui
jalur darat atau jalur sungai. Biasanya kalau kita menggunakan jasa wisata
susur sungai akan mampir ke warung soto bang amat ini. Letak warungnya memang
di pinggir Sungai Martapura. Jadi wisatawan dapat turun dari klothok dan
langsung menikmati soto bang amat dan sate ayamnya yang enak. Saya susah
menggambarkan gimana rasanya soto bang amat. Yang jelas kuahnya gurih dan
bewarna putih. Soto ini cocok dinikmati dengan sate ayam khas banjar.
| Soto Banjar Bang Amat |
Ada hal-hal
yang baru saya ketahui tentang Banjarmasin. Dan Hal tersebut saya dapatkan
tanpa banyak perencanaan dan itenerary
yang detil. Memang kadang yang terencana berbeda dengan apa yang terlaksana.
Jadi memang tidak ada salahnya melakukan flash
travell tanpa rencana dan detil acara...selamat mencoba.
| Repyssa |
Berikut video dokumentasi perjalanan saya di Banjarmasin

